KITABMAOP

Untuk Mengingat Dan Melawan Kesepian

Post Top Ad

#hastek

ESSAI (70) BERITA MEDIA (47) CATATAN HARIAN (47) GoBlog (12) PUISI (11) CERPEN (8)
Showing posts with label BERITA MEDIA. Show all posts
Showing posts with label BERITA MEDIA. Show all posts

06 December 2017

12/06/2017 07:38:00 PM

Tagar #PenutupanSailSabang Tandai Berakhirnya Sail Sabang 2017

Penutupan Sail Sabang 2017 yang dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, Sabang, 5 Desember 2017 | Wanda_Hp/GenPIAceh

SABANG – Sebanyak 8 anggota Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Aceh hadir dan aktif mencuit di linimasa Twitter setiap rangkaian kegiatan Sail Sabang 2017 yang dilaksanakan sejak 28 November – 5 Desember 2017.

GenPI Aceh yang dibantu oleh anggota GenPI se-Indonesia hadir ke Sail Sabang difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata RI selama seminggu ditugaskan sebagai relawan untuk meliput dan mempromosikan Sail Indonesia ke-9 tersebut.

Ketua Bidang Kreatif GenPI Aceh Teuku M. Hijria menyebutkan, kebanggaannya kepada seluruh anggota GenPI yang tanpa kenal lelah mempromosikan Sail Sabang selama 8 hari itu.

“Selama Sail Sabang, sebanyak 8 kali trending topic di Twitter, baik pra-event dan saat berlangsungnya even Sail terbesar sejak dilaksanakan,” ujar pemuda yang akrab disapa Ponjria ini.

Ia menambahkan, ini membuktikan kekuatan media sosial cukup besar efeknya dalam promosi wisata. Ponjria menyebutkan, malam penutupan Sail Sabang sempat terjadi Trending Topic Indonesia (TTI) nomor 1 dengan tagar #PenutupanSailSabang yang berhasil mengumpulkan 1.417 tweet dari warganet.

“Tagar itu bertahan beberapa jam dan berada di posisi 5 besar trending topic, ini menunjukkan anggota GenPI se-Indonesia sangat antusias mempromosikan Sail Sabang,” sebut Ponjria seraya mengucapkan terimakasih kepada anggota GenPI yang telah ikut memviralkan kegiatan selama Sail Sabang.

Dengan semakin viral Sabang di dunia maya, akui Ponjria, tentunya akan sangat berdampak positif kepada ekonomi masyarakat Sabang khususnya dan Aceh umumnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengungkapkan kebanggaannya terhadap Komunitas Generasi Pesona Indonesia (GenPI) seluruh Indonesia yang sangat aktif menpromosikan Sail Sabang 2017.

“Ini Sail Sabang terbesar karena ada tiga hal, yakni karena peserta yang terbanyak, penonton terbanyak, dan rangkaian event yang juga terbanyak. Maka ini menjadi event Sail Sabang terbesar di Indonesia,” ujar Menpar Arief.

Dan yang terakhir yang membuat Sail Sabang besar adalah memiliki event yang paling banyak dimana Sail ini memiliki 24 event sejak awal dimulai.

Wakil Presiden RI Yusuf Kalla optimis bahwa pariwisata akan menjadi penggerak ekonomi bangsa di masa yang akan datang, dan Sabang sebagai salah satu kota yang siap menerima wisatawan nusantara dan mancanegara.[GenPINews.COM]

25 October 2017

10/25/2017 11:15:00 PM

I Love Aceh dan GenPI Aceh Sukses Laksanakan Sanger Day



BANDA ACEH – Komunitas I Love Aceh (@iloveaceh) dan Generasi Pesona Indonesia (@genpiaceh) Aceh sukses melaksanakan Sanger Day+ Fest 2017 di FJ’S Coffee Shop, Batoh Banda Aceh, Sabtu-Minggu, 21-22 Oktober 2017.

Acara yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Sanger Sedunia atau International Sanger Day yang jatuh setiap tanggal 12 Oktober itu merupakan yang ke-4 kalinya dilaksanakan di Banda Aceh.

Kapala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kabid Destinasi Disbudpar Aceh, Dedi Fahrian mengatakan pihaknya mendukung kegiatan itu sebagai salah satu ajang untuk memperkenalkan minuman khas dari Aceh ke publik. Apalagi, tambahnya acara itu dilaksanakan oleh dua komunitas media sosial yang aktif mempromosikan wisata Aceh di internet.

"Disbudpar Aceh juga mendorong dengan adanya ikon minuman Sanger ini agar bisa dikenalkan secara lebih luas, termasuk dalam berbagai kegiatan formil baik istansi atau lembaga untuk dapat menyajikan minuman sanger kepada tamu yang hadir," ujar Dedi.

Ia berharap dengan dibuatnya kegiatan seperti ini terlebih lagi di lokasi pasar tradisional, tentunya akan banyak komunitas dan masyarakat yang terlibat, pembuat jajanan dan kuliner serta dapat membangkitkan industri ekonomi kreatif yang ada dikalangan masyarakat.

"Kita tahu pengembangan pariwisata ke depan harus menyasar semua lini, dan minuman Sanger ini salah satu potensi tersendiri dalam mengenalkan Aceh sebagai tujuan daerah wisata halal dunia," sebutnya lagi.

Acara yang didukung oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Disbudpar Aceh itu menggandeng komunitas dan para pengrajin kue-kue tradisional Aceh itu juga membagikan 1001 cup sanger dan jajanan kuliner lainnya serta kenduri 1001 piring kuah beulangong bagi pengunjung secara gratis.


Sementara itu, Staf Khusus Kemenpar RI, Don Kardono yang dihubungi secara terpisah mengaku kagum dan bangga dengan GenPI Aceh dan Komunitas I Love Aceh atas inisiatif Sanger Day Festival 2017 kali ini. Apalagi Peringatan Sanger Day kali ini menghadirkan ragam macam kuliner nusantara.

“Kemenpar melihat, Sanger ini sebagai salah satu minuman khas dari Aceh yang perlu dipromosikan ke dunia digital," ujar Don Kardono.

Panitia Pelaksana Sanger Day+ Fest 2017, Narsrul menyebutkan, kegiatan yang mengangkat tema “Beragam Peunajoh Satu Cita – Kuliner Aceh Pesona Rasa” juga menghadirkan Chef Nasional, Nanda Hamdalah yang mendemo sejumla jajanan dan kuliner Aceh secara langsung di lokasi acara.

Sejumlah agenda dalam Sanger Day+ Fest 2017 diantaranya pameran foto sanger, atraksi meracik sanger tradisional, standarisasi sanger, art painting show sanger, eksibisi kuliner dan jajanan khas Aceh, bazar jajanan tradisional dan nusantara, malam apresiasi sanger day, lomba meracik sanger, lomba mewarnai anak-anak, lomba pisang reuboh dan lomba boh manok weng.

Malam apresiasi Sanger Day, panitia juga memberikan penghargaan untuk Alm. Fakhrurrazie Gade, seorang jurnalis dan netizen Aceh atas dedikasinya dalam mempromosikan Sanger Day di dunia maya. 

Nasrul mengajak anak muda Aceh yang aktif di media sosial untuk bisa lebih meningkatkan promosi wisata Aceh ke internet.

“Sanger Day yang digaungkan di Aceh ini juga dipastikan akan hadir di Pasar Karetan, Jawa Tengah yang digagas oleh GenPI Jateng, jadi mari kenalkan Sanger ban sigom donya,” ajak Nasrul.[]

07 July 2017

7/07/2017 01:28:00 AM

Idrus Bin Harun, Perupa Aceh Lolos Seleksi Pameran Seni Rupa Kemendikbud

Idrus Bin Harun dengan latar lukisannya saat mengikuti Jakarta Beinnale 2015 di Jakarta | koleksi foto Idrus Bin Harun



BANDA ACEH - Idrus Bin Harun, Perupa Aceh lolos  seleksi Pameran Besar Seni Rupa ke 5 Tahun 2017 yang akan dilaksanakan pada September nanti di Taman Budaya Provinsi Maluku, Ambon. Informasi itu disampaikan melalui laman kebudayaan.kemdikbud.go.id pada 5 Juli 2017.

Idrus Bin Harun saat ini  merupakan satu-satunya Seniman Rupa Aceh yang lolos seleksi ajang pameran tahunan tersebut. Provinsi Aceh masih kekurangan satu orang Perupa lagi, sebab menurut panitia, setiap provinsi akan diwakili oleh dua orang Perupa.

Kegiatan pameran tersebut diikuti oleh berbagai perupa tanah air sejak dibuka pendaftaran karya April hingga Juni 2017. Calon peserta pameran mengirimkan karyanya beserta portofolionya dari seluruh Indonesia.

Idrus Bin Harun, saat dijumpai di Ruang Studi Jamaah (RSJ) markas Komunitas Kanot Bu menyebutkan, karyanya yang berjudul Bunga Tidur itu dikirim jelang hari penutupan pendaftaran.

Lukisan Bunga Tidur itu dilukis di atas kanvas  berukuran 80cm x 120 cm yang menarasikan tentang panjangnya angan-angan seorang pemalas. Ia menyelesaikan karyanya disela-sela kesibukannya di bulan puasa ramadan 1438 H.

"Dalam lukisan itu, saya menghadirkan multiobjek dari kenderaan lapis baja sampai pesawat terbang. Fokus dari lukisan itu adalah orang tidur. Saya pikir, semua kita punya angan-angan, tapi bek cet langet,” sebut Perupa Aceh ini yang pernah memamerkan karyanya di Jakarta Bainnalle 2015.

Idrus kini sedang menunggu dihubungi oleh pihak kementerian untuk proses administrasi keberangkatan ke Ambon. Panitia Pameran Besar Seni Rupa 2017 Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud masih menunggu  pengusulan karya dari seniman rupa  untuk beberapa provinsi yang pesertanya masih kurang,  akan diberikan waktu sampai tanggal 12 Juli 2017, Aceh termasuk salah satu diantaranya [acehnews.co]

27 May 2017

5/27/2017 04:18:00 AM

Belasan Seniman Rupa Banda Aceh Lakukan Street Art Tembok

 Akar Imaji dan Kawan-Kawannya di Lampineung, 25 Mei 2-17


BANDA ACEH - Belasan seniman rupa yang bergabung dalam 3 komunitas melakukan street art mural grafiti dan jamming di tembok dinding dekat stadion H. Dimurtala, Banda Aceh selama dua hari, 24-25 Mei 2017. Tiga komunitas seniman rupa itu adalah Akar Imaji, Apotek Wareuna, dan Skateboard Banda.

Mural dinding sepanjang 40 meter dengan tinggi 2 meter mereka lukis secara bersama-sama untuk memperindah pemandangan lalulintas di kawasan tersebut.

Arnis Muhammad, seniman muda dari Akar Imaji mengatakan kegiatan itu dilakukan dalam rangka silaturahmi di hari meugang antar sesama seniman rupa di Banda Aceh.

"Meugang identik dengan silaturahmi, kami anggap ini momen penting kami berkumpul di sini, untuk menggambar bersama-sama kawan-kawan yang lain," ujar Arnis saat ditemui di lokasi tersebut.

Qurbani Akbar yang sering disapa Ruben, yang juga seniman muda yang bergabung dalam Akar Imaji menyebutkan, kebutuhan bahan-bahan material untuk melukis mural di tembok itu seperti cat, kuas, dan alat pendukung lainya mereka bawa dari masing masing seniman rupa.

Ia menambahkan, senirupa jalanan ini penting dilakukan untuk memancing pelaku seni yang lain untuk bisa berkarya juga. "Ada kawan kawan yang datang, kemudian mereka ikut bergabung. masyarakat juga mengapreasi kegiatan ini, " sebutnya.

Kegiatan senirupa itu mendapat perhatian dari pengguna lalulintas yang melewati jalan ini. Mereka berhenti dan memfoto kegiatan senirupa jalanan dari belasan perupa Banda Aceh itu.

Iswadi Basri, seniman rupa Aceh yang terlibat dalam jamming grafiti itu melihat semangat yang besar tumbuh dari seniman muda Aceh untuk terus berinovasi.

"Semangat bersenirupa tidak pernah berhenti, ini semakin maju, baik sisi dari inovasi, dekorasi baru era sekarang ini, kalau mereka tidak berinovasi maka akan tumbang di tengah jalan," Ujar Iswadi yang pernah diundang ke Jakarta Beinnale 2015 untuk memamerkan 3 lukisannya yang bertema air dan lingkungan [acehmediart.com]

29 March 2017

3/29/2017 11:15:00 PM

HFN 2017: Melihat Nusa Tenggara Timur di Gampong Nusa


Merayakan Keberagaman Indonesia dilakukan dengan banyak cara.  Hari Film Nasional 2017 yang jatuh pada tanggal 30 Maret diperingati secara meriah dan sederhana oleh masyarakat Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu malam, 25 Maret 2016. Sebuah layar tancap yang didirikan seukuran seperempat lapangan futsal, tepatnya di halaman Meunasah desa setempat.

Acara itu terlaksana atas dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerjasama dengan Aceh Docomentary serta beberapa lembaga terkait lain. Malam itu, penonton umumnya dari warga gampong Nusa dari usia anak-anak, remaja, pemuda dan kaum ibu-ibu dan tetua gampong saling berbaur khusyuk menonton film berlatar belakang adat dan kondisi sosial masyarakat yang jaduh dari gampong mereka, Nusa Tenggara Timur.

Penonton juga datang dari warga Banda Aceh. Saya melihat beberapa teman teman komunitas muda kreatif duduk berbauar dengan warna ikut meramaikan ‘bioskop keliling’ itu. Jarak tempuh ke kampung Nusa dari Banda Aceh sekitar 20 menit perjalanan berkenderaan.

Gampong Nusa di Aceh Besar tidak asing bagi banyak pegiat pariwisata di Aceh, sejak beberapa tahun akhir ini menjadi kawasan wisata berbasis swakelola warga setempat. Bersama pemuda gampong, mereka mendirikan Lembaga Pariwisata Nusa (LPN) sebagai tempat untuk mengelola dan membantu para tamu wisata yang ingin berkunjung dan menikmati suasana kehidupan ala masyarakat desa. Bagi yang belum bertamu ke gampong Nusa, tidak ada salahnya mencoba Asyiknya Pesona Wisata Desa ala Gampong Nusa dan temukan keramahtamahan sambutan masyarakatnya.

Sejak lama, LPN ini telah menjadi wadah baru masyarakat dalam menjadikan desa mereka hingga dikenal ke banyak masyarakat luar. Selain LPN, warga Nusa sudah menyediakan Bank Sampah yang dikelola oleh Nusa Creatif Community, di mana setiap minggu para anak anak desa bisa menabung sampah dan mengolahnya menjadi barang yang berharga bernilai ekonomis.

Masyarakat gampong Nusa, sebuah desa di kecamatan Lhoknga Aceh Besar dengan nuasana alam dan pemandangan pegunungan hijau sejauh mata memandang. Sungai kecil mengalir air nan jernih, jika sore hari, anak-anak kerap bermandi di sungai ini. Area persawahan luas sebagai tanda jika warga di sini umumnya sebagai petani.

Kondisi itu tentu saja berbeda jauh dengan situasi peradaban masyarakat dusun Kerok, Kabupaten Timur Tengah Utara, NTT sebagaimana yang ditampilkan dalam film Aisyah; Biarkan Kami Bersaudara, disutradarai oleh Herwin Novianto produksi tahun 2016 itu berdurasi dua jam.

Film dengan pemeran utama Laudya Chintya Bella ini berlatar belakang sebuah desa di pedalaman NTT. Ribuan kilometer jaraknya dengan gampong Nusa di Aceh Besar. Secara kebetulan nama kedua tempat sama, NUSA; yang satu nama gampong dan yang satu lagi nama provinsi.

suasana pemutaran film Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara di halaman meunasah gampong Nusa, Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu malam, 25 Maret 2017 | foto Aceh Documentary

Direktur Aceh Documentary, Jamaluddin Phonna dalam sepatah duakata saat menyampaikan sambutan di hadapan ratusan masyarakat gampong Nusa mengatakan, Aceh terpilih menjadi salah satu lokasi untuk memutarkan film-film terbaik guna menyemarakkan Hari Film Nasional 2017 yang puncaknya akan diperingati pada tanggal 30 Maret.

“Sebuah keberuntungan Aceh bisa dapat kesempatan sebagai salah satu lokasi yang dijadikan tempat perayaan HFN 2017. Melalui program pemutaran Film-film terbaik, ini menjadi kesempatan bagi kami di Aceh untuk bisa juga menyaksikan film film yang selama ini hanya bisa diakses di Jakarta,” sebut Jamal, filmmaker yang pernah jadi finalis Eagle Award MetroTV tahun 2011.

Menurutnya, sebuah film akan lebih baik itu bisa sampai ke penontonnya tanpa dibatasi geografis daerahnya. Inilah sesuai dengan tema HFN 2017: Merayakan Keberagaman Indonesia, lanjutnya lagi.

Jamal berharap menonton film ini tidak hanya bisa jadi hiburan semata, tapi juga bisa kita mengambil manfaat dari keberagaman penduduk Indonesia dari berbagai latar suku, ras dan agama untuk saling menghargai.

“Sebagaimana tema HFN tahun ini, Merayakan Keberagaman Indonesia. Semoga nilai keberagaman itu bisa kita petik dari film yang kita tonton,” ujarnya

HFN kali ini, ada 2 lokasi pemutaran film di Aceh; Mini Teater Aceh Documentary, Banda Aceh dengan memutarkan film film pendek terbaik dan di “bioskop keliling” Gampong Nusa, Aceh Besar untuk pemutaran film panjang, Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara”

Tahun 2016 lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan pelaksana kegiatan dari Komunitas Tikar Pandan juga melakukan pemutaran film Sepatu Dahlan di halaman meunasan gampong Nusa, Lhoknga.

Muhammad Khaidir, Pj. Geuchik Gampong Nusa mengatakan pihaknya menyambut baik pemutaran film di desanya. Ia mengajak warga untuk bisa mengambil pelajaran dari film tersebut, tentang bagaimana memaknai keberagaman Indonesia, pesan pesan dalam film itu bisa diterapkan dalam kehidupan sehari hari nantinya.

Film Aisyah; Biarkan Kami Bersaudara berkisah tentang Aisyah (Laudya Cynthia Bella) yang baru saja lulus menjadi sarjana. Ia hidup dalam keluarga islam yang taat, di Jawa Barat. Suatu hari, Aisyah mendapat kabar dari yayasan tempat ia mendaftar jadi pengajar di daerah terpencil. Penempatannya di SD dusun Derok, Kabupaten Timur Tengah Utara, daerah tertinggal dan terpencil di pedalaman Nusa Tenggara Timur.

Dusun Derok tempat yang asing bagi Aisyah, ibunya menentang agar ia tak berangkat, apalagi NTT dikenal sebagai kawasan yang masih jauh tertinggal dari segi pembangunan; tidak ada jaringan seluler, tidak ada listrik, jika kemarau akan kesulitan air bersih. Kedatangan Aisyah ke dusun tersebut sempat terjadi kesalahpahaman dengan masyarakat setempat yang mengira Aisyah dianggap suster Maria, karena informasi yang awalnya diterima masyarakat, guru yang akan mengajar di desa mereka bernama suster Maria.

Kehadiran Aisyah sebagai pendatang baru bagi warga dan murid SD tersebut dibenci oleh salah satu murid, Lordis Defam yang memprovokasi teman sekelas yang ikutan tidak menerima kehadiran Ibu Aisyah yang seorang Muslim, sedangkan penduduk di dusun Derok beragama Katolik. Murid SD itu mengira Aisyah datang membawa misi tertentu. Aisyah beruntung kenal dengan Pedro (Arie Kriting), pemuda setempat yang berprofesi sebagai supir angkutan desa-kecamatan.

Laudya Cynthia Bella sukses memerankan sosok guru Aisyah, dipenghujung alur film ia bisa membawa suasana damai dan dicintai oleh murid-muridnya, hanya saja Lordis masih bersikap benci kepada Aisyah karena Lordis dipengaruhi oleh pamannya yang pernah menetap di Ambon saat daerah itu berkonflik dulu.

Toleransi keberagaman dua kultur yang berbeda digambarkan demikian kuat dalam cerita film ini. Sewaktu Aisyah ingin pulang kampung ke Jawa Barat jelang lebaran tiba, sebagaimana kebiasaan ummat muslim yang ingin merayakan hari lebaran di kampung halaman, saat itu warga tau kalau Aisyah tidak cukup uang tabungan untuk membeli tiket pesawat. Berbondong bondong warga ibu-ibu Dusun Derok mengumpulkan uang untuk membantu Aisyah agar bisa merayakan susana lebaran bersama keluarganya di kampung.

Bagi saya film itu cukup menarik ketika diputarkan di tempat mayoritas masyarakat beragama muslim, biar jadi pemahaman bersama bagaimana saling menghargai perbedaan soal keyakinan sesama penduduk Indonesia, sebagaiman tema yang diusung dalam Hari Film Nasional 2017 ini; Merayakan Keberagaman Indonesia; #SalingKenalMakinSayang []

15 March 2017

3/15/2017 03:41:00 AM

Notulensi FGD Pembentukan Generasi Pesona Indonesia di Jawa Tengah



Mewakili Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Wilayah Aceh, saya menghadiri acara FGD Optimalisasi Target Pasar Wisata dan Pembentukan GenPI Jawa Tengah. Acara tersebut berlangsung di Aston Semarang Hotel and Convention Center, 13 Maret 2017. Berikut sejenis notulensi sekilas tentang kegiatan tersebut. 

Semarang - Banyaknya pengguna media sosial dikalangan anak muda Indonesia disambut positif oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI. Melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, menggandeng komunitas anak muda yang aktif di media sosial untuk mempromosikan wisata di daerahnya.

Kali ini, melalui Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kemenpar RI kembali membentuk Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Ke-6 di Wilayah Jawa Tengah.

05 March 2017

3/05/2017 05:17:00 AM

Komunitas @iloveaceh dan GenPI Aceh Gelar Kopdar Bersama Puluhan Netizen

@genpiaceh

BANDA  ACEH - Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7, Komunitas @iloveaceh berkolaborasi dengan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Aceh menyelenggarakan kopdar bersama puluhan netizen Aceh dari lintas komunitas yang berlangsung di Keude Kupi Aceh Lambhuk, Sabtu, 4 Maret 2017 sore.

Pengelola Komunitas @iloveaceh, Aulia Fitri menyebutkan, kopdar sambil berdiskusi santai itu untuk menjalin silaturahmi dan saling berbagi informasi positif terkait Aceh di media sosial.

"Kopdar #MedsosPositif kita gelar sebagai salah satu agenda dari HUT #7thiloveaceh dan ini menjadi awal baik sebagai bentuk silaturrahmi komunitas dan juga sesama followers," sebut Aulia yang juga Wakil Koordinator GenPI Aceh ini.

Ia menambahkan acara Kopdar #MedsosPositif ikut membahas isu terkait pengelolaan konten positif dan menangkal berita bohong (hoax) di 3 akun media sosial; Instagram, Twitter dan Facebook.

Sementara itu, Ketua Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) GenPI Aceh, Reyhan Gufriyansyah, mengatakan kopdar sesama warga pengguna media sosial ini merupakan kegiatan bulanan GenPI Aceh untuk mempererat silaturahmi antar pengguna media sosial di Aceh.

"Kegiatan ini akan rutin kita laksanakan agar menjadi pemahaman bersama untuk menyebarkan informasi positif tentang Aceh, terutama bidang pariwisata Aceh yang merupakan fokus utama dari GenPI Aceh," ujar Reyhan yang juga penyiar di salah satu radio di Banda Aceh.

Acara Kopdar #MedsosPositif dalam rangka HUT #7thiloveaceh turut dihadiri lintas komunitas serta Kepala Biro Humas Setda Aceh, Frans Delian yang  berbagi informasi seputar kehumasan Pemerintah Aceh yang dilakukan pihaknya selama ini.

Frans menyebutkan, sosialisasi beretika internet akan diusulkan agar masuk sebagai kurikulum di sekolah formal dan pesantren atau dayah di Aceh.

Generasi Pesona Indonesia (GenPI) adalah komunitas relawan pariwisata yang dibentuk oleh Kementerian Pariwisata RI untuk mempromosikan kegiatan pariwisata dari berbagai wilayah di Indonesia. GenPI berfokus pada promosi wisata melalui teknologi digital dengan mengoptimalkan penggunaan blog dan media sosial. Komunitas ini lebih dikenal sebagai laskar digital pariwisata Indonesia

[Divisi Humas GenPI Chapter Aceh / @genpiaceh]

01 February 2017

2/01/2017 11:29:00 PM

Ho-Jak, RBT Online Karya Pengusaha Muda dari Aceh


Seorang pengusaha muda Salak Pliek-U dari Bireuen membuat aplikasi jasa transportasi online lokal yang bisa digunakan oleh wisatawan dan masyarakat umum. Ho-Jak sekaligus untuk mendukung digital tourism di Aceh.

“Kita melihat bahwa di Aceh kebutuhan terhadap akses tranportasi masih sangat susah, jadi kita buat sebuah aplikasi di mana nanti masyarakat dengan mudah mencari tranportasi yang diinginkan,” CEO Ho-Jak, Khairul Mubaraq di Banda Aceh, Kamis, 2 Februari 2017. 

12 November 2016

11/12/2016 05:52:00 AM

IMABSII Menyelenggarakan Rakernas ke-5

Rakernas IMABSII V_Udayana Bali | Teuku Muntadzar

Denpasar—Sebagai salah satu upaya menduniakan bahasa dan sastra Indonesia dan menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya Indonesia, Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia se-Indonesia (IMABSII) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-5 tahun 2016 di Universitas Udayana, Denpasar, Bali, 14-18 November 2016.

Rakernas yang dibuka oleh Kepala Balai Bahasa Bali, Drs. I Wayan Tama, M.Hum dihadiri oleh 147 peserta dari berbagai wilayah dari Sumatera, Jawa, Bali dan NTT itu terdiri dari 44 kampus se Indonesia.

Azrul Rizki, delegasi dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menyebutkan kekagumannya tentang pelaksanaan Rakernas ini di Bali. “Dari segala segi ruangan acara auditorium terpampang kesan kebudayaan yang melekat pada mahasiswa, masyarakat, dan pendatang,” ujar Ketua Forum Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (MBPSI) FKIP Unsyiah ini.

“Dari Aceh ada 3 kampus yang mengikuti acara Rakernas ini. Unsyiah mengirimkan 2 orang delegasi, Universitas Serambi Mekkah 2 orang dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bina Bangsa Getsempena mengirimkan 4 orang delegasi,” sebut Azrul yang dihubungi dari Banda Aceh melalui telepon.

Azrul menambahkan, tujuan kegiatan Rakernas IMABSII ke-V ini sebagai ajang untuk menyusun program kerja Ikatan Mahasiswa Bahasa Indonesia, disamping itu untuk menduniakan Bahasa dan Sastra Indonesia sebag iupaya memperkokoh kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di era globalisasi.

“Saya sebagai Ketua Forum MPBSI di Unsyiah akan mewakili saudara-saudara di Aceh untuk inventarisasi penggunaan bahasa Aceh dan hal-hal lain yang berkenaan dengan bahasa,” sebut Azrul.

Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena, Rika Kustina, S.Pd. M. Pd mengaku pertama sekali terlibat dalam kegiatan nasional dan berencana akan terus aktif dalam mengembangkan kegiatan bahasa dan sastra di kampusnya, di Aceh dan tingkat nasional.

Sementara itu, Teuku Muntazar, salah satu peserta dari Unsyiah mengatakan malam penutupan Rakernas IMABSII ke-V nantinya akan ada penampilan sastra dari seluruh peserta.

“Dari Aceh kami akan membawakan puisi, hikayat dan teater tentang adat dan budaya di hadapan peserta seluruh Indonesia,” ujar pengajar bahasa dan sastra di salah satu SMA di Banda Aceh ini.

Rangkaian acara Rakernas di kampus Udayana tersebut dimulai dengan pengukuhan pengurus IMABSII periode 2016-2018 yang dilantik oleh Dr. Yeyen Maryani, M.Hum selaku pembina dan dilanjutkan dengan Seminar Nasional menghadirkan pemateri Sastrawan pemenang Sastra Khatulistiwa yaitu Oka Rusmini dan Darma Putra.

IMABSII periode 2016-2018 dipimpin oleh Dira Wulandari dari Universitas Sumatera Utara berencana membuat advokasi bahasa-bahasa daerah di Indonesia agar tetap terdaftar dan terjaga, kegiatan Hari Besar Kebahasaan, penerbitan buku antologi puisi dan cerpen.

Selanjutnya pada hari kedua, dilanjutkan dengan rapat kerja, penetapan komisi-komisi dan pembahasan program kerja IMABSII ke depan. Sebelum malam penutupan, seluruh peserta di bawa jalan jalan ke tempat tempat rekreasi di Bali, termasuk ke Monumen Bom Bali dan tempat wisata lainnya, demikian informasi dari Azrul Rizki. (Mhz/KontributorAceh) |

sumber: www.http://badanbahasa.kemdikbud.go.id

13 October 2016

10/13/2016 05:58:00 AM

Tiga Siswa SMK Penerbangan Aceh Ikuti Lomba Bahasa Tingkat Nasional

Muhammad Iqbal, Guru SMK Penerbangan Aceh saat mendampingi siswanya di Pangkal Pinang [koleksi foto Muhammad Iqbal]

Banda Aceh - Tiga siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Penerbangan Provinsi Aceh mengikuti Lomba Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing bagi siswa SMK tingkat nasional di Pangkal Pinang, 10—15 Oktober 2016. Lomba Bahasa SMK 2016 itu dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah dan Kejuruan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Pembinaan SMK, Drs. H. M. Mustaghfirin Amin, M.B.A. yang dalam sambutannya mengatakan bahwa lomba bahasa ini untuk mempersiapkan siswa SMK dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Kegiatan yang dilaksanakan di SMK Negeri 2 Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu merupakan kegiatan tahunan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Muhammad Iqbal, Guru SMK Penerbangan Provinsi Aceh yang mendampingi siswa mengaku bangga sekolahnya mewakili Aceh dalam lomba tingkat nasional di Kepulauan Bangka Belitung.

Iqbal menyebutkan bahwa pada tahun 2016, Dinas Pendidikan Aceh telah mengirimkan sepuluh siswa pada empat kategori lomba bahasa, selain bahasa Mandarin dan bahasa Korea. "Taruna SMKN Penerbangan Aceh menjadi perwakilan Aceh dalam debat bahasa Indonesia. Taruna itu, yaitu Maftuh Ihsan Caifat, Jihanda Donavita, dan Muhammad Ikhsan. Ketiganya taruna kelas XII atau 3 (tiga)," ujar Lulusan Magister Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Syiah Kuala ini.

Kegiatan ini mengusung tema "Komunikatif, Kolaboratif dan Kompeten". Adapun lomba yang dilaksanakan yakni lomba bahasa Indonesia, Inggris, Jerman, Perancis, Jepang, dan Mandarin yang diikuti perwakilan siswa dari siswa SMK se-Indonesia.

Ajang lomba ini sebagai wahana untuk mengukur kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa asing, sekaligus membentuk insan cerdas, kolaboratif dan komunikatif sebagai kader penerus dan pemimpin bangsa di masa depan. (mms/Kontributor Aceh)

sumber: www.http://badanbahasa.kemdikbud.go.id

24 August 2016

8/24/2016 08:40:00 PM

Pekan Bahasa se-Sumatera 2016, Provinsi Aceh Jadi Tuan Rumah


Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud foto bersama dengan para Kepala Badan/Kantor Bahasa se-Sumatera, Senin 22 Agustus 2016 di Banda Aceh | kitabmaop



BANDA ACEH - Balai Bahasa Provinsi Aceh menjadi tuan rumah Pekan Bahasa se-Sumatera 2016 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Acara yang diikuti oleh sembilang provinsi se-Sumatera tersebut akan berlangsung sejak 21-25 Agustus 2016 di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Drs. Muhammad Muis, M. Hum yang bertindak sebagai Ketua Panitia Pekan Bahasa 2016 saat memberikan sambutan mengharapkan Pekan Bahasa Wilayah Sumatera 2016 itu dapat membangun sikap positif masyarakat terhadap bahasa dan sastra Indonesia sebagai bahasa persatuan, bahasa nasional dan bahasa resmi negara Indonesia. Acara itu mengambil tema "Merajut Nasionalisme Melalui Bahasa dari Ujung Barat Sumatera" yang diadakan di Banda Aceh sejak 21 sampai 25 Agustus 2016, dengan total jumlah peserta 240 orang berasal dari sembilan provinsi se-Sumatera.

Ia menyampaikan terimakasih atas kerjasama dari seluruh panitia yang selama ini mempersiapkan acara. “InsyaAllah menjelang akhir penutupan, kami akan ajak mengajak para peserta untuk melakukan wisata budaya, untuk melihat beberapa kebesaran Aceh masa lalu, yang akan jadi pengalaman baru bagi pesertai yang dari luar Aceh” ujar Muhammad Muis yang diiringi tepuk tangan dari seluruh hadirin.

Pada Pekan Bahasa se-Sumatera 2015 ini dilaksanakan beberapa kegiatan, diantaranya; Lomba mengajar bagi Guru tingkat SD, Lomba Pewara Protokoler Kedinasan bagi Instansi pemerintah, Lomba pidato Bahasa Indonesia bagi siswa SLTA, Lomba Debat Bahasa Indonesia tingkat mahasiswa, Lomba Cerdas Cermat Bahasa dan Sastra Indonesia bagi siswa tingkat SLTA. Selanjutnya ada temu Duta Bahasa dalam forum diskusi terpumpun dan Temu Wartawan yang membahas tentang peran bahasa dalam meningkatkan nasionalisme pers.

Salah seorang peserta Lomba Debat Bahasa Tingkat Mahasiswa dari Provinsi Kepulauan Riau, Reki Jayandi dalam wawancaranya, menyampaikan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa.
“Selama ini para mahasiswa berbahasa Indonesia masih banyak penggunaan bahasa asing yang bercampur campur. Seperti misalnya ‘saya akan mensupport kamu’ seharusnya kan ‘saya akan mendukung kamu’, ujar mahasiswa Politeknik Batam ini.

Pekan Bahasa se-Sumatera 2016 yang dihadiri oleh sembilan Kepala Badan/Kantor Bahasa se-Sumatera dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa, Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum ditandai dengan pemukulan rapa’i, turut didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh. Turut menampilkan Tarian Ranub Lampuan sebagai tarian untuk menyambut tamu, sebuah tarian tradisi masyarakat Aceh dalam menyambut tamu. [Muhadzdzier/kontributor Aceh]

sumber: badan.bahasa.kemdikbud.go.id

11 May 2016

5/11/2016 01:27:00 AM

Pertama Kali BeKraf Gelar Workshop Menulis dan Fashion Aceh

Kadisbudpar Aceh Saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara workshop menulis

Banda Aceh – Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) bekerjasama dengan Badan Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Aceh-Sumatera Utara menyelenggarakan workshop penulisan pemberdayaan komunitas ekonomi kreatif dan workshop fashion, di Hotel Mekkah, Senin-Selasa, 9-10 Mei 2016.

Workshop yang diikuti oleh lebih 150 orang tersebut diselenggarakan oleh Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan BeKraf.

Kepala BPNB Aceh-Sumut, Irini Dewi Wanti menyambut positif kegiatan tersebut. Workshop itu dibagi dalam dua kategori; menulis dan fashion. Melibatkan para komunitas, pegiat fashion dan lembaga menulis dari Banda Aceh dan Aceh Besar.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh (Disbudpar), Reza Fahlevi saat membuka acara itu menyampaikan apresiasi kepada BeKraf karena merupakan ini yang pertama sekali BeKraf menyelenggarakan acara di Aceh.

“Penting bagi kami di Aceh. Sebagai mana kita ketahui, Bekraf adalah pendukung parawisata, dalam meningkatkan insan yang kreatif maka perlu didukung dengan kegiatan-kegiatan seperti ini,” ujar Reza.

Selain diisi oleh narasumber dari Kepala BPNB Aceh-Sumbur, Workshop penulisan diisi dengan narasumber dari nasional, FX Rudi Gunawan, Aulia Halimatussah, sedangkan narasumber workshop fashion Siti Kusuma Nugraheni, Mukhirah dan Khanaan Shamlan. [ teropongaceh.com]

05 May 2016

5/05/2016 10:03:00 PM

Sekian Lama Jomblo, Pemuda Aceh Ini Nikahi Gadis Suriah

@page facebook: KBRI Damaskus

Damaskus - Di tengah amuk perang dan riuh roket para serdadu antar kedua kubu yang sekian tahun bertikai di Suriah, konflik antar saudara rakyat Suriah, seorang Pemuda Aceh bernama Munawar Juanan Raden menikahi gadis Suriah bernama Dauha Muawiyah Kharraji.

Resepsi pernikahan dua insan manusia berbeda budaya dan bangsa itu berlangsung di Aula Kedutaan Besar RI Damaskus, Selasa, 3 Mei 2016 waktu setempat. Linto Munawar menikahi Duaha dengan mahar 500 hafalan hadist.

Uniknya, Linto dan Darabaro itu menggunakan baju motif adat Aceh. Dalam foto di akun KBRI Damaskus juga terlihat, corak baju kedua mempelai sangat khas Aceh. Hingga penggunan payung kuning sekalipun, sebagaimana tradisi resepsi pernikahan di Aceh.

Acara yang cukup meriah tersebut dihadiri oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Damaskus, Dubes RI Damaskus Djoko Harjanto, kerabat dekat kedua mempelai. Linto Munawar adalah seorang staf Kedubes RI di Damaskus. Damaskus adalah ibukota dari Negera Suriah yang sedang dilanda amuk perang antar saudara. Terjadi pergelokan rakyat atas rezim presiden Bashar al- Assad.  Kota Damaskus termasuk salah satu kota yang sedikit aman dari, kota ini masih dikuasai oleh Pemerintah Suriah.

Siapakah Sosok Munawar, Pemuda Aceh Tersebut? 

Sosok Pemuda Aceh yang lagi heboh di media sosial karena menikah dengan gadis Suriah ternyata benar benar orang Aceh. Munawar Juanan Raden, pemuda Aceh yang bekerja sebagai salah seorang staf di Kedutaan Besar RI untuk Suriah.

Foto-foto pernikahan mereka menjadi perbincangan hangat di media sosial dan banyak mendapat pujian dari para nitizen. Foto kedua mempelai, sang Linto memakai baju khas adat Aceh, begitu juga dengan gadis Suriah yang memakai baju bermotif Aceh.

Siapa sosok pemuda tersebut? Munawar ternyata berasal dari Sabang, Pulau yang penuh dengan pesona keindahan alam wisatanya. Saya beruntung mendapat informasi dari seorang jurnalis di Banda Aceh, Nur Safri. Menurut cerita Nur Safri, Munawar adalah anak seorang Guru di SMPN Sabang.  Ibunya  yang bernama Tjut Wardah, Guru Agama Islam di SMPN 1 Sabang.

Sosok ibu yang memakai baju coklat berjilbab krem, adalah Ibunda dari Munawar yang mendampinginya. Saya yakin, akan bahagia sekali sang Ibu tercinta saat bisa menjadi sakit atas pernikahan putranya tersebut.


| dok. KBRI Damaskus

Menariknya dari nasihat sang Dubes RI untuk Suriah itu disebutkan nasihat pernikahan yang cukup penting bagi keberlangsungan kedua mempelai ini. Tertarik menikah dengan Gadis Suriah? siapkan 500 hafalan hadist atau hafalan 30 juzz :) []

27 April 2016

4/27/2016 07:59:00 AM

Gemasatrin Gelar Ajang Kreativitas Sastra

Lobby Gedung FKIP Unsyiah yang digunakan sebagai salah satu lokasi acara AKAS Gemasastrin FKIP Unsyiah 2016 | @kitabmaop


BANDA ACEH – Dalam rangka mendukung pembinaan mental dan karakter generasi muda, Gelanggang Mahasiswa Sastra Indonesia (Gemasastrin) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah menyelenggarakan Ajang Kreativitas Aneuk Sastra (AKAS). Acara itu berlangsung sejak Senin-Kamis, 25-28 April 2016 di Gedung FKIP Universitas Syiah Kuala.

Ketua Panitia Pelaksana, Ramonalisa menjelaskan rangkaian AKAS dilaksanakan sebagai bentuk kegiatan pada peringatan bulan sastra yang jatuh pada 28 April, hal itu bertepatan dengan tanggal meninggalnya tokoh sastrawan Indonesia, Khairil Anwar.

“Ini tahun pertama diadakan oleh Gemasastrin. Dengan adanya AKAS ini kami berharap dapat meningkatkan kreatifivas mahasiswa dalam berkarya,” ujar mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Unsyiah ini.

Mona menambahkan, ada beberapa kegiatan besar sebagai bagian dari AKAS, diantaranya; Expo, bazar buku, pameran karya keluarga besar Gemasastrin, lomba baca cerpen dan puisi, lomba bercerita tingkat SD, dialog sastra bersama Riki Syah R, Rahmatsyah dan Nanda Muliana yang baru saja menerbitkan novel. Lalu ada pemutaran film biografi Sastrawan Indonesia, WS Rendra, H.B Jassin, Pramoedya Ananta Toer.

Pembina Gemasastrin, Herman RN rangkaian acara dilakukan dengan penuh persiapan oleh panitia. Ia menyebutkan acara seperti tidak hanya dilakukan sekali saja. “Saya sangat mengapreasisasi dengan kegiatan ini, langkah awal sesuatu yang luarbiasa. Harapan kita, bukan hanya di Bulan Sastra saja, acara-acara kegiatan kreativitas lain akan dilakukan juga oleh Gemasastrin dan himpunan mahasiswa lainnya. Kerja-kerja bisa terbangun secara solid oleh pengurus,” ujar Herman RN yang juga dosen tetap di kampus tersebut.

Ia mengajak bagi peminat dan mencintai dunia sastra, ajang ini merupakan kesempatan bagus untuk berkunjung ke acara tersebut di Gedung FKIP Universitas Syiah Kuala, yang akan ditutup pada hari Kamis, 28 April 2016.

Herman menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung, kegiatan itu terlaksana berkat dukungan Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Dekan FKIP, Dinas Pendidikan Aceh, Sekolah Menulis Do Karim dan semua pihak yang telah membantu acara itu. AKAS itu dibuka dengan resmi oleh Dekan FKIP Unsyiah, Dr. Djufri, M. Si [MS] sumber: teropongaceh.com

10 April 2016

4/10/2016 09:57:00 AM

MaTA dan ICW Deklarasi Keluarga Anti Korupsi

koleksi foto +MaTA Aceh 

BANDA ACEH – Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) bekerja sama dengan Indonesia Corruption Watch (ICW) menggelar diskusi keluarga anti korupsi sekaligus roadshow film anak antikorupsi. Kegiatan itu berlangsung di Aula Utama Balai Kota, Sabtu, 9 April 2016.

Roadshow album anak anti korupsi itu diselenggarakan di sejumlah kota, Banda Aceh merupakan kota perdana. Album lagu anak hebat digagas oleh ICW, berisi lagu-lagu edukasi tentang mencegah praktik korupsi sejak dini, menumbuhkan karakter anak jujur dan sikap bertanggung jawab.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota (Sekda) Banda Aceh, Ir. Bahagia dalam sambutan saat membuka acara memberikan apresiasi kepada MaTA dan ICW dengan terselenggaranya kegiatan tersebut.

Koordinator MaTA, Alfian menyebutkan acara yang difokuskan kepada keluarga sebagai salah satu upaya pencegahan korupsi yang sedang digalakkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini. Selain launching album, acara yang diikuti oleh 50an anak setingkat TK dan kaum ibu-ibu itu dibarengi dengan lomba mewarnai bagi anak-anak. Selanjutnya diskusi bertema Parenting Antikorupsi yang diisi oleh pamateri perwakilan dari KPK, Perwakilan Kemendikbud RI, Pembuat lirik Lagu Anak Hebat, Akademisi UIN Ar-Raniry dan Pakar Pendidikan anak. Acara ditutup dengan Deklarasi Keluarga Antikorupsi.[teropongaceh/10 april 2016]

30 March 2016

3/30/2016 08:28:00 AM

Alih Fungsi Rawa Perparah Kerusakan Lingkungan di Aceh



BANDA ACEH – Pengalihan fungsi rawa menjadi perkebunan sawit memperparah kerusakan lingkungan di Aceh. Hal tersebut disampaikan Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, Muhammad Nur.

“Kerusakan lingkungan dan tata ruang Aceh yang terjadi selama ini diperparah dengan adanya alih fungsi rawa ke perkebunan sawit,” jelas Muhammad Nur dalam diskusi publik deforestasi dan pembangunan ramah lingkungan, Senin sore, 28 Maret 2016 di Warkop 3 in 1, Banda Aceh.

Diskusi yang digelar Aceh Devolopment Watch (ADW) bekerja sama dengan Lembaga Kajian IDeAS dan Ikatan Pecinta Alam Aceh (Ikapala) ini menghadirkan empat pemateri, selain Muhammad Nur ada praktisi lingkungan Aceh, M. Yakob Ishadamy, Ketua Ikapala Taufik Hidayah, dan anggota DPD RI asal Aceh Rafly.

Senada dengan Muhammad Nur, M Yakob memaparkan, kerusakan lingkungan Aceh semakin meningkat akibat adanya peningkatan kebakaran hutan setiap tahun. “Peran serta masyarakat dalam menjaga hutan besar sekali,” ujarnya.

Sementara Taufik Hidayah menjelaskan tentang masalah pendampingan isu lingkungan yang masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah dan kesadaran berbagai pihak terkait.

“Membangun simbiosis seluruh elemen masyarakat. Bagaimana sesungguhnya aktivis lingkungan dalam menjalankan dan mengawal kebijakan isu lingkungan” ujar Taufik Hidayat.

Pada kesempatan yang sama, Senator Aceh, Rafly mengatakan bahwa alam merupakan harmoni yang paling mahal, modal bagi anak cucu kelak. Diskusi publik yang dipandu oleh Risman A Rahman tersebut turut dihadiri oleh berbagai kalangan pegiat lingkungan, mahasiswa, unsur jurnalis dan tokoh masyarakat. [teropongaceh.com - 29 Maret 2016]

27 March 2016

3/27/2016 06:14:00 AM

Blogger Aceh Kopdar di Seminar Roadblog


@kitabmaop
BANDA ACEH – Ratusan blogger berkumpul dalam seminar dan workshop Excite Indonesia Roadblog 10 Cities. Ajang kopdar blogger Aceh itu berlangsung pada Sabtu, 26 Maret 2016 di Hotel Grand Lambhuk, Banda Aceh selama sehari penuh.
Workhsop dan seminar roadblog itu diadakan oleh salah satu perusahaan advertising PT Excite Indonesia didukung oleh Traveloka, Lembaga Sensor Film Indonesia dan Pegadaian berlangsung seharian penuh.
Selain hadir narasumber nasional, dua pemateri dari blogger lokal memaparkan tentang Hypnotize Content (konten yang menghipnotis pembaca) yang diisi oleh Yudi Randa dan Muhammad Rizal dari Aceh Blogger Community yang bicara tentang teknik search engine optimization (SEO) blog agar banjir trafik.
Yudi Randa menyebutkan, seorang blogger harus jujur dan menulis dengan melihat sudut pandang yang unik dari tulisan orang lain.

“Pilihlah judul yang bikin orang penasaran membaca. Konten jangan abaikan kata kunci. Selain itu harus jujur dalam menulis, angkat sisi lain yang benar-benar unik dan beda,” ujar pemilik blog hikayatbanda.com yang juga ayah dua anak ini.
Sementara itu, blogger kawakan nasional yang membawa materi menjadi blogger terkenal di era global mengajak peserta workshop untuk menulis sebelum ajal menjemput karena tulisan yang bagus akan selalu dikenang. Sesi akhir dari workshop kopdar blogger Aceh itu diisi dengan materi belajar SEO oleh Muhammad Rizal.
Seminar dan workhsop dengan tagar #RoadBlog10Cities itu sempat menjadi trending topik Indonesia di sosial media twitter. Acara itu diadakan di sepuluh kota di Indonesia, salah satunya di Kota Banda Aceh. [MS] | teropongaceh.com / 27 Maret 2016

22 March 2016

3/22/2016 05:51:00 AM

Komunitas Filmaker Se-Sumatera Berkumpul di Banda Aceh

sesi diskusi temu komunitas filmaker di Gedung Sultan Selim, Banda Aceh | kitabmaop
Banda Aceh – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman bekerjasama dengan Badan Perfilman Indonesia (BPI) memfasilitasi pertemuan antar komunitas film se-Sumatera. Acara yang diikuti oleh 5 utusan provinsi di Sumatera itu berlangsung di Gedung Sultan Selim, Banda Aceh, (21/03/2016)

Temu Komunitas itu merupakan satu dari empat rangkaian kegiatan jelang Hari Film Nasional (HFN) ke-66 yang jatuh pada tanggal 30 Maret. Peserta diskusi yang banyak didominasi oleh perwakilan komunitas filmaker di Aceh itu berlangsung akrab dengan diskusi beragam tentang perkembangan film baik itu fiksi ataupun film dokumenter. Perwakilan komunitas film di Aceh diundang oleh panitia.

Jamaluddin Phonna, mewakili Aceh Film Dokumenter menyebutkan kondisi film-film ditingkat nasional sejak dulu hingga sekarang ini banyak didominasi oleh karya-karya dari pulau Jawa. Ia mengatakan, butuh kerja keras para film baik di Aceh dan provinsi lain untuk bersaing dengan sutradara luar Sumatera.

“Gelisah dengan peluang kami yang di Aceh. Saya melihat seperti pembuat film profesional membangun kerajaan sendiri di sana,” Ujar Jamal yang pernah menjadi finalis film Eagle Award Metro Tv untuk film Garamku Tak Asin Lagi.

Jamal melanjutkan, seharusnya semua pembuat film khususnya dari komunitas bisa lebih bersatu untuk sama-sama memajukan film Indonesia.

Sementara itu, Aktris senior Ria Irawan dalam diskusi setelah pemutaran film Bulan di Atas Kuburan menyebutkan salah satu bentuk apresiasi film dengan membayar tiket waktu menonton di bioskop.

“Empat hal yang paling penting, edukasi pencinta film, komunitas film, sineas, apresiastif,” ujarnya seraya mengajak filmaker Aceh untuk terus berkarya dengan ide-ide baru yang cukup banyak di Aceh.

Roadshow Hari Film Nasional itu diadakan 5 kota seluruh Indonesia, untuk Banda Aceh pemutaran film Bulan di Atas Kuburan, Blue Eyes Boy (Iran) dan Polem Ibrahim (Aceh) sangat sepi penonton. Padahal ruang serbaguna di Sultan Selim itu mempunyai kapasitas mencapai duaratusan orang lebih. 

Roadshow HFN untuk Kota Banda Aceh itu ditutup dengan pemutaran film Layar Tancap di Gampong Nusa, Lhoknga, Selasa malam, 22 Maret 2016 dengan pemutaran film Sepatu Dahlan. Roadshow Hari Film Nasional ke 66 ini juga didukung oleh Komunitas Al-Hayah, Aceh Documentary Competition, Aceh Film Festival, Dewan Kesenian Banda Aceh dan Komunitas Kanot Bu[]

21 December 2015

12/21/2015 07:19:00 AM

Arsitek Museum Tsunami Sambangi Aceh

 
@ridwankamil 


Walikota Bandung Ridwan Kamil berencana akan mengunjungi Banda Aceh pada 26 Desember 2015. Kunjungan itu erat kaitannya dengan peringatan 11 tahun bencana gempa dan tsunami Aceh yang terjadi pada Minggu, (26/12/2004).

Hal itu dikatakan oleh sang arsitek yang kebetulan jadi Walikota Bandung melalui akun instagramnya beberapa hari yang lalu. Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil mengharapkan ia dapat bertemu dengan anak anak muda Aceh.

"Tanggal 26 Desember saya Insya Allah ke Banda Aceh. Semoga bisa bertemu dengan anak2 muda Aceh dan civitas arsitektur di sana" Tulis Emil di akun instagram @ridwankamil.

Dalam postingan itu, RK juga memposting foto Museum Tsunami Aceh (MTA) karya mahdiadama. MTA itu merupakan karya Ridwal Kamil yang dibangun oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias pada tahun 2009 dengan anggaran besar, 70 Miliyar.

Rencana kedatangan Dosen Arsitektur Institute Teknologi Bandung (ITB) itu disambut cukup positif oleh pengikut instagram Kang Emil yang mencapai 2juta lebih. Umumnya komentar positif dari insta Aceh yang ingin bertemu RK dan dapat memberikan energi positif bagi Aceh.

Ada komentar lucu dan menarik dari pengguna insta yang lain, semisal mengharapkan Walikota Bandung itu untuk menjadi Walikota Banda Aceh.

Ridwan Kamil direncanakan akan menjadi pemateri pada Seminar Nasional Pembangunan Berkelanjutan Dalam Rangka Peringatan Tsunami di Gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala, Sabtu (26/12/2015).

Semoga kehadiran Pak Read One Ka Milk ke Banda Aceh nanti dapat memberikan sesuatu hal baru bagi para jomblo-jomblo Aceh untuk tahan banting terhadap segala kesepian dan godaan mantan. []

28 May 2015

5/28/2015 03:22:00 AM

Seuneubok Seni; Malam Amal Rohingya


foto; reza mustafa

RILIS - Berbagai komunitas yang tergabung dalam Seunebok Seni, akan menggelar Malam Amal Rohingya Selasa, 26 Mei 2015. Bertempat di Haba Café Lampriet, Banda Aceh. Koordinator acara, Muhadzir M Salda, tersebut dalam pernyataannya mengatakan, acara yang digagas bersama ini tidak hanya sekadar acara penggalangan dana. Namun lebih dari itu, acara ini untuk membangun semangat soliditas dan solidaritas antar komunitas agar senantiasa peduli pada siapa saja yang membutuhkan.

“Seuneubok Seni sebagai penyelenggara acara ini adalah forum yang bersifat temporer. Tidak mengikat komunitas secara ketat untuk suatu iniasiasi even amal apa pun” ujarnya Muhadzir yang akrab disapa Maop.

Malam Amal Rohingya berupa penggalangan dana nanti malam akan dikemas dalam bentuk penampilan musik Amroe & Pane Band dan Seungkak Malam Seulanyan yang dimotori Fuady Keulayu.

“Selain itu, musikalisasi puisi dari Komunitas Jeuneurob dan deklamasi puisi Lasykar Syu’ara 227 dari FLP Banda Aceh juga akan ditampilkan dalam acara ini. Dan yang lebih penting akan ada orasi terkini tentang pengungsi Rohingya terkini yang akan disampaikan oleh Nurdin Hasan, salah satu jurnalis senior Aceh yang pernah meliput langsung para pengungsi Rohingya” tambah sang koordinator.

Sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan kepada pengungsi muslim Rohingya yang diselamatkan nelayan Aceh selama dua pekan terakhir, karyawan Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau, Sumatera Selatan menyumbang sejumlah uang pada acara Malam Amal Rohingya yang diselenggarakan oleh pegiat seni lintas komunitas, Seuneubok Seni, Selama malam, (26/5/2015). Sumbangan diberikan oleh Rahmat (64) warga Lamdingin. Banda Aceh.

Penyerahan uang dengan total Rp5 juta diterima langsung oleh Koordinator Panitia Malam Amal Rohingya, Muhadzdzier M. Salda di sela-sela pagelaran acara. Dalam sambutannya, Rahmat menyampaikan uang sumbangan tersebut diamanahkan oleh kerabatnya di Lubuklinggau Sumatera Selatan, untuk diberikan kepada para pengungsi Rohingya.

“Dulu ketika masih muda, saya sempat merantau ke Lubuklinggau sana. Hingga sampai saya pulang lagi ke Aceh, saya tetap berhubungan dengan para kerabat di sana. Jadi ketika kabar para pengungsi muslim Rohingya santer diberitakan media massa, kerabat di sana yang kebetulan bekerja di RS AR Bunda menghubungi saya, bahwa para karyawan tempatnya bekerja telah mengumpulkan uang sejumlah Rp5 juta untuk disumbangkan kepada para pengungsi Rohingya,” ungkap Rahmat. Malam Amal Rohingya yang diselenggarakan Seuneubok Seni berhasil mengumpulkan sejumlah uang dengan total Rp5.830.000.

Pada even kali ini, Seuneubok Seni menghimpun lintas komunitas di Banda Aceh, di antaranya: Komunitas Kanot Bu, Komunitas Jeuneurob, Komunitas Tikar Pandan, FLP Banda Aceh, geulanceng, Nyanban Kaos, KaosMaop, Bujroe, QIU Manajemen, Aceh Clothing.com, insta_aceh, Desain Grafis Aceh, 94.5 Three FM, AtjehLINK.COM, sumberpost.com, Acehnews.net, acehkita.com, Bandar buku, Haba Cafe, dan PAGE GRAFIKA. sumber: acehkita.com, pikiranmerdeka.co, portalsatu.com, sumberpost.com