KITABMAOP

Untuk Mengingat Dan Melawan Kesepian

Post Top Ad

#hastek

ESSAI (70) BERITA MEDIA (47) CATATAN HARIAN (47) GoBlog (12) PUISI (11) CERPEN (8)
Showing posts with label PUISI. Show all posts
Showing posts with label PUISI. Show all posts

12 January 2017

1/12/2017 08:03:00 AM

Kembalikan Suaraku



Pada sekian purnama engkau telah pergi
Suratku tak pernah engkau balas
Aku tak juga menunggu kabar petang itu
Engkau pergi tak pernah kembali
Selepas pergi, seiring senja petang yang hilang

Rupamu mungkin tak seanggun bulu angsa, kini.
Yang mengibaskan sayapnya di kolam rumah tetangga
Kau tak juga melirik kala kupanggil pulang
Pergilah, aku tak menyesal.

03 August 2015

8/03/2015 10:03:00 AM

Ini Cara Membunuh Rindu



digelapnya jalan pulang, seseorang sedang bersedih berteduh dibalik rintik rintihan hujan. berkali ku paksa engkau keluar dari kepalaku. engkau memang pergi sebentar, lalu kembali. bagimana aku ikuti titahmu, sedang aku masih ragu. .

setiap datang sebuah kepergian, kita selalu jadi paham akan makna kehilangan. ia tak kuasa melawan. dari jauh bentang dan jarak, seseorang mendoakanmu agar selalu dekat dgn mereka yg kau cinta. dan sampailah pada masa engkau memilih: terluka, sekali lalu selesai atau tersiksa, berkali dan tak berhenti.


aku rela di penjara, bahwa membunuh kerinduan padamu adalah sebuah pelanggaran kemanusiaan. kemarin teringat: engkau jadi seseorang yang sangat kukenal tapi tak bisa kumengerti bagaimana mungin ada hati yang luka.

akhirnya kita ulang; cinta itu dua sisi yg beda, jika tak siap dgn luka, engkau mestinya tak jatuh cinta. sekali masa kita pernah paham, memilih diri sebagai korban atas kebahagian dari mereka. satu hati melukaimu, satu hati melukaiku.

kopi ini jadi tambah pahit, ia terbuat dari tetesan kenangan.

07 March 2015

3/07/2015 09:26:00 AM

Jatuh Cinta Adalah Kesulitan Kawan


cinta seperti juga memahami bentuk grativikasi.  ia kerap terjatuh pada model atau bentuk yang berbeda-beda. kita kemudian yang berprasangka, menduga-duga yang entah. banyak hal, banyak soal tentang sangka-sangka itu. pernah disesalkan dari perginya seseorang yang engkau kagumi dan banggakan? sebab kenangan menjadi berharga atas hadirnya.

hadirlah sebentar saja, untuk sekedar melihat gimana rupa wajah rindu. betapa jahannamnya. lalu siapa yang sanggup membunuh kenangan? pada buku, pada wajahnya, pada rindu. ketika ada hati dan rasa yang tak bahagia, mungkin satu dari banyak sebab karena engkau belum mengikhlaskan.

jika setiap hal yang kau damba berjalan sesuai rencana, kau tak akan pernah paham bahwa sesekali kecewa itu menguatkan. saat harapan tak sampai memang  terasa  sangat menyebalkan, disitu barangkali cara terbaik melawan kesepian adalah dengan tidak lagi jatuh cinta pada tempat yang salah. jatuh cinta adalah kesulitan kawan, demikian surah Pram. ‪

21 November 2014

11/21/2014 08:42:00 PM

Puisi-Puisi di Tabloid GEMA Baiturrahman

capture puisi di tabloid GEMA Baiturrahman, Edisi 21-11-2014

Obat Gratis

Antrian panjang berdesak-desak
Peluh keringat cucuran seluruh badan
Tua muda kaya raya miskin papa
Rebut tiket obat gratis

Ribut orang orang lawan petugas
Kecam tentang sistem yang bakhil
Tuduh pemerintah jahannam
Tuduh kampanye untuk kemenangan
Setan setan rakus di jalan Daud Beureueh
Maling maling tampan di Lampineung
Mereka teriak
Mereka tertawa

Tentang tangis janda janda tua
Sedang berobat sakit kepala
Tangis bocah kepalanya makin membesar
Lelaki tua seabad lebih sedang merintih
Tunggu panggilan dari tadi pagi
Dipanggil petugas medis atau Izrail?
Mulutnya bergerak. Ia tersenyum.
“Tuhan, cabut nyawaku. Lebih baik dikubur dari menunggu obat gratis”

Banda Aceh, 28 Juni 2014


Kampus Korupsi

Disini, di kota yang penuh pakar 
Calon-calon intelektual muda 
Belajar ilmu 
Kurupsipun tak lupa mereka pelajari 
Kadang sebungkus nasi Mereka korupsi

Mahasiswa sudah pintar belajar korupsi 
Sebab ada kegiatan, kwitansi mereka manipulas
Mahasiswa di luar gedung perlemen sana
Mereka juga berteriak anti korupsi
Mereka berteriak anti kolusi 
Mereka berteriak kepentingan rakyat 
Padahal mereka badut-badut culun 
Sama seperti orang-orang yang mengaku wakil rakyat

Pada siapa rakyat mengadu 
Seribu janji tak ditepati Dan rakyat lagi-lagi rugi

(Kampus Darussalam, 5 Oktober 2008)

sumber: Tabloid Jum'atan GEMA Baiturrahman, Edisi 21 November 2014

08 September 2014

9/08/2014 08:33:00 AM

Warung Kopi dan Pengemis Kota






Siapa yang kalian sebel sewaktu minum kopi?
Adalah para penjaja rokok bermerek yang menghampiri meja kita.
Adalah para pengemis kota yang saban hari wajahnya tak jadi asing
Adalah berita berita klasik soal para pejabat mencuri dan senyum sumringah di televisi.

Dua hal yang kita benci sewaktu duduk di warung kopi, Maop.
Para pengemis dan SPG-SPG sok cantik nan seksi yang mengalihkan obrolan kita.

Ketika pengemis datang ke meja warung kopi.
Maka sekali waktu coba engkau jawab sewaktu mereka meminta minta: Maaf, saya juga pengemis, pengemis proyek dan proposal berselubung rapi dan berdasi!

Warkop Romen, 7 Juni 2013







14 August 2014

8/14/2014 10:31:00 AM

Sepasang Kekasih



Lekuk tubuh remuk dalam badai
Goyang gontai tapak kaki alaskan kosong
Sepasang kekasih sedang bercumbu gelisah
Sandarkan tubuh pada tebing sisa hantam ombak
Ribut air dalam bayang angin angin tak berarah
Kaki kaki getar gerak gemuruh ombak ambing
Iring iring kapal melawan arus
Jauh jauh berlabuh kapal tanpa tapal
Tanpa tujuan tak berarah
Sepasang kekasih terus memadu kasih
Dalam bayang bayang wajah wajah ketakut takutan
Bujang perawan melepas rindu di tebing laut
Sekali kali seumur hidup tak hirau kicauan orang orang
Selepas itu otot otot mereka tegang lalu regang. 
Ujong Pancu, 25 Januari 2012

14 May 2014

5/14/2014 09:12:00 AM

Oh Perempuan

Lihat, bulan itu tersenyum
Dibalik bayang pucuk dedaunan.
Ia menatap paras wajahmu yang tersenyum manis
Di balik kerudungmu tersimpan pesona
Pada setiap mata yang memandang.
Wajahmu bagai air jernih yang mengalir
Memberi kesejukan hati pada siapa yang membasuhnya
Rupamu adalah cahaya
Penerang jiwa bagi yang melihatnya.
Engkau adalah perempuan yang lembut hatinya
Sungguh beruntung orang yang menjadi kekasihmu
Dan bulan iri melihatmu bersenda dibalik bayangnya
Suaramu yang merdu dan lembut bagai angin mengelus
Pakaian yang menandakan imanmu
Kau menjaganya dari pandang orang yang tak pantas
Bersyukurlah duhai perempuan
Aku iri melihatmu.

30 December 2013

12/30/2013 06:24:00 AM

Ibu, Maaf Saya Belum Wisuda!



Tabloid Detak Unsyiah - September 2009
Menatap tangis dalam gelap malam.
Sahut sahutan suara jangkrik ketakutan
Sepi itu menyeruak dalam desah angin malam
Sesaat aku terbayang
Seolah olah seakan akan
Wajah ibu dalam gelap malam
Sepi kurindu saat hati ini di balut kegelisahan.
Perempuan setengah abad itu memberikan jiwa dalam lukaku
Sayup sayup ku mendengar suara ibu
Jika hari terakhir dalam hidup kehidupannya
Ia menatap ke arahku yang berkeruh
Menebar senyum kebahagiaan di wajahnya

06 November 2013

11/06/2013 08:26:00 PM

Puisi-Puisi Hujanlah yang membawaku padamu



Tabloid Atjeh Time, 11-18 Feb 2013
Sajak Kangen
Apakah kau pernah melihat bulan yang tersenyum?
Ketika bulan itu muncul, senja perlahan kabur.
Seperti itulah jiwaku malam ini.
Terkadang rindu itu sangat menyiksa,
Jiwa luka mengingatnya
Tapi apakah ini yang orang-orang menyebutnya cinta?
Jiwa rindu pada seseorang, kadang seperti beo di sangkar rindu belalang.
(Banda Aceh, 4 september 2009)

30 October 2013

10/30/2013 03:11:00 AM

PUISI PUISI PENGANTIN



Hari Nikah Herman RN di Mesjid Raya
Malam Pengantin Seorang Penyair
(ke hadapan  Herman RN)

Engkau kini telah menikah di Mesjid Raya
Pagi Jumat dua belas April dalam sebuah ikrar sakral
Di mesjid termegah di kota Banda
Engkau kini telah lepas masa-masa lajang
Dalam sebuah ikatan pernikahan
Orang bilang; menikah itu nasib, mencintai itu takdir!
Kau bisa menikahi siapa saja, tapi mencintai?
Belum tentu bisa!

16 June 2013

6/16/2013 04:51:00 AM

PUISI PUISI Tentang Kopi


Cintaku Dalam Segelas Kopi

Tak ada yang lebih nikmat kala senja turun sore hari. Engkau duduk manis semanis hitam wajahmu. Jilbabmu diterpa angin sepoi sepoi. Setelah gelas kopi pancung kuat dalam genggamku tertumpah. Lalu tiba tiba. Senja berhenti, laut tak lagi bergelombang. Angin sunyi. Membeku.  Boat boat  nelayan berhenti mendadak. Mesinnya mati. Orang orang di pantai mematung. Senja itu berhenti, lama sekali. Detik jarum jam di tangan kita juga tak berdetak.  Berjam jam waktu tak berjalan. Burung terbang di langit terhenti diangkasa. Semua makluk dan roda putar alam berhenti. Aktifitas alam semua terhenti. Berjam jam, berhari hari, berbulan bulan, bertahun tahun. Aku menatap wajahmu sambil sodorkan segelas kopi, tak ragu ku ulang kata kata tadi: "aku mencintaimu, dekNong. Segenap alam berhenti, sebagai hormat restui atas cintaku padamu"  Engkau meminum kopi. Alampun berjalan, setelah sekian tahun lamanya berhenti.