KITABMAOP

Untuk Mengingat Dan Melawan Kesepian

Post Top Ad

#hastek

ESSAI (68) CATATAN HARIAN (47) BERITA MEDIA (45) GoBlog (11) PUISI (11) CERPEN (8)

22 March 2016

Komunitas Filmaker Se-Sumatera Berkumpul di Banda Aceh

sesi diskusi temu komunitas filmaker di Gedung Sultan Selim, Banda Aceh | kitabmaop
Banda Aceh – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman bekerjasama dengan Badan Perfilman Indonesia (BPI) memfasilitasi pertemuan antar komunitas film se-Sumatera. Acara yang diikuti oleh 5 utusan provinsi di Sumatera itu berlangsung di Gedung Sultan Selim, Banda Aceh, (21/03/2016)

Temu Komunitas itu merupakan satu dari empat rangkaian kegiatan jelang Hari Film Nasional (HFN) ke-66 yang jatuh pada tanggal 30 Maret. Peserta diskusi yang banyak didominasi oleh perwakilan komunitas filmaker di Aceh itu berlangsung akrab dengan diskusi beragam tentang perkembangan film baik itu fiksi ataupun film dokumenter. Perwakilan komunitas film di Aceh diundang oleh panitia.

Jamaluddin Phonna, mewakili Aceh Film Dokumenter menyebutkan kondisi film-film ditingkat nasional sejak dulu hingga sekarang ini banyak didominasi oleh karya-karya dari pulau Jawa. Ia mengatakan, butuh kerja keras para film baik di Aceh dan provinsi lain untuk bersaing dengan sutradara luar Sumatera.

“Gelisah dengan peluang kami yang di Aceh. Saya melihat seperti pembuat film profesional membangun kerajaan sendiri di sana,” Ujar Jamal yang pernah menjadi finalis film Eagle Award Metro Tv untuk film Garamku Tak Asin Lagi.

Jamal melanjutkan, seharusnya semua pembuat film khususnya dari komunitas bisa lebih bersatu untuk sama-sama memajukan film Indonesia.

Sementara itu, Aktris senior Ria Irawan dalam diskusi setelah pemutaran film Bulan di Atas Kuburan menyebutkan salah satu bentuk apresiasi film dengan membayar tiket waktu menonton di bioskop.

“Empat hal yang paling penting, edukasi pencinta film, komunitas film, sineas, apresiastif,” ujarnya seraya mengajak filmaker Aceh untuk terus berkarya dengan ide-ide baru yang cukup banyak di Aceh.

Roadshow Hari Film Nasional itu diadakan 5 kota seluruh Indonesia, untuk Banda Aceh pemutaran film Bulan di Atas Kuburan, Blue Eyes Boy (Iran) dan Polem Ibrahim (Aceh) sangat sepi penonton. Padahal ruang serbaguna di Sultan Selim itu mempunyai kapasitas mencapai duaratusan orang lebih. 

Roadshow HFN untuk Kota Banda Aceh itu ditutup dengan pemutaran film Layar Tancap di Gampong Nusa, Lhoknga, Selasa malam, 22 Maret 2016 dengan pemutaran film Sepatu Dahlan. Roadshow Hari Film Nasional ke 66 ini juga didukung oleh Komunitas Al-Hayah, Aceh Documentary Competition, Aceh Film Festival, Dewan Kesenian Banda Aceh dan Komunitas Kanot Bu[]

No comments:

Post a Comment