KITABMAOP

Untuk Mengingat Dan Melawan Kesepian

Post Top Ad

#hastek

ESSAI (68) CATATAN HARIAN (47) BERITA MEDIA (45) GoBlog (11) PUISI (11) CERPEN (8)

13 October 2016

Tiga Siswa SMK Penerbangan Aceh Ikuti Lomba Bahasa Tingkat Nasional

Muhammad Iqbal, Guru SMK Penerbangan Aceh saat mendampingi siswanya di Pangkal Pinang [koleksi foto Muhammad Iqbal]

Banda Aceh - Tiga siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Penerbangan Provinsi Aceh mengikuti Lomba Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing bagi siswa SMK tingkat nasional di Pangkal Pinang, 10—15 Oktober 2016. Lomba Bahasa SMK 2016 itu dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah dan Kejuruan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Pembinaan SMK, Drs. H. M. Mustaghfirin Amin, M.B.A. yang dalam sambutannya mengatakan bahwa lomba bahasa ini untuk mempersiapkan siswa SMK dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Kegiatan yang dilaksanakan di SMK Negeri 2 Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu merupakan kegiatan tahunan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Muhammad Iqbal, Guru SMK Penerbangan Provinsi Aceh yang mendampingi siswa mengaku bangga sekolahnya mewakili Aceh dalam lomba tingkat nasional di Kepulauan Bangka Belitung.

Iqbal menyebutkan bahwa pada tahun 2016, Dinas Pendidikan Aceh telah mengirimkan sepuluh siswa pada empat kategori lomba bahasa, selain bahasa Mandarin dan bahasa Korea. "Taruna SMKN Penerbangan Aceh menjadi perwakilan Aceh dalam debat bahasa Indonesia. Taruna itu, yaitu Maftuh Ihsan Caifat, Jihanda Donavita, dan Muhammad Ikhsan. Ketiganya taruna kelas XII atau 3 (tiga)," ujar Lulusan Magister Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Syiah Kuala ini.

Kegiatan ini mengusung tema "Komunikatif, Kolaboratif dan Kompeten". Adapun lomba yang dilaksanakan yakni lomba bahasa Indonesia, Inggris, Jerman, Perancis, Jepang, dan Mandarin yang diikuti perwakilan siswa dari siswa SMK se-Indonesia.

Ajang lomba ini sebagai wahana untuk mengukur kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa asing, sekaligus membentuk insan cerdas, kolaboratif dan komunikatif sebagai kader penerus dan pemimpin bangsa di masa depan. (mms/Kontributor Aceh)

sumber: www.http://badanbahasa.kemdikbud.go.id

No comments:

Post a Comment