KITABMAOP

Untuk Mengingat Dan Melawan Kesepian

Post Top Ad

#hastek

ESSAI (68) CATATAN HARIAN (47) BERITA MEDIA (45) GoBlog (11) PUISI (11) CERPEN (8)

02 December 2014

Perawan Ngak Penting, Yang Penting Saling Cinta

Saya pernah mendengar curhat seorang teman yang galau karena gadis yang sedang akan dinikahi mengaku dengan jujur kalau sudah tidak lagi perawan. si Gadis itu pernah melakukan hubungan badan bersama mantan pacarnya ketika SMA dulu,  si teman saya ini antara galau mengakui kejujuran pacarnya dan menimbang akan sebuah arti setia saling mencintai. Si gadis itu memang secara jujur mengakui kalau sudah pernah melakukan hubungan badan. Teman saya ini galau lagi antara melanjutkan hubungan atau memutuskan cintanya.  Bagi dia perawan itu memang penting, sebagaimana pentingya arti sebuah kejujuran. Tapi pacarnya itu jujur dalam hal yang menyakitkan hatinya.

Berbicara tentang cinta, kita bicara sedikit tentang arti menunggu dan berharap. Sebagai lelaki akan beda merasakan cinta seperti yang dirasakan oleh kaum wanita. Kita sebut saja dalam ini adalah gadis. Berbicara gadis kita langsung terlintas dalam pikiran pada kata perawan, gadis dimaksudkan di sini adalah jenis kelamin manusia sebagai perempuan yang belum menikah. Sedangkan pada makna perawan, bisa banyak dalam artian masih gadis, tapi sudah tidak lagi sebagai perawan.

Apa filosofi rencong pada pinggang depan lelaki yang jadi pengantin di Aceh? Saya pernah mendengar [mungkin ini mitos] yang menyebutkan kalau rencong itu "digunakan" pada saat malam pertama sang pengantin baru. Jadi kalau pengantin wanita sudah tidak lagi perawan, maka sang pengantin lelaki akan menancapkan rencong itu ke bantal, itu simbolnya. Sebagai konsekuensinya, sang pihak pengantin perempuan harus membayar dua kali dari jumlah mahar sebelumnya. Entah benar atau tidak soal ini, saya belum juga tau. Adakah yang bisa menjelaskan?

Perawan, sebagaimana disurah dalam kamus besar bahasa indonesia bermakna gadis yang masih suci, belum bersentuhan dengan laki-laki. Saya memahami kata perawan itu bahwa seorang perempuan belum pernah melakukan hubungan badan dengan lelaki, dalam bahasa yang kasar mungkin begini: alat kelamin laki-laki belum pernah masuk dalam alat kelamin perempuan.  Jadi masih ada selaput dara dari alat kelamin perempuan yang melekat, konon menurut tafsir ilmu kedokteran, selaput dara itu akan tembus ketika terkena sejenis benda tumpul. Demikian juga akan halnya ketika kita bicarakan tentang perjaka; lelaki dewasa yang belum melakukan hubungan intim dengan lawan jenis. Kalau dilakukan hubungan  dengan sejenis apa masih bisa disebut perjaka? Eng-ing eng.  Eh apa saya terlalu kurang ajar menulis hal ini?

Sebab, ada wanita yang masih gadis [belum nikah], dia bisa jadi tidak lagi perawan, penyebabnya bukan pada dia melakukan hubungan intim dengan lelaki, tetapi menurut ilmu kesehatan yang kuketahui, penyebat selaput dara itu hilang selain karena masuknya benda tumpul [misal jari tangan] juga karena melakukan olah raga [karate/silat] bisa jadi juga karena kecelakaan berlalulintas.

Beberapa banyak lelaki yang ingin menikah, tentu akan mementingkan apakah calon wanita yang akan dinikahinya masih perawan? Tuntutan itu berbanding terbalik dengan pihak wanita yang tidak begitu banyak bertanya tentang perjaka laki laki.  Mitos yang berkembang kalau perawan itu ditandai dengan munculnya darah pada saat pertama kali melakukan hubungan intim, pada malam pertama. Konon lagi, secara yang kuketahui tentang darah malam pertama itu, kalaupun dia masih perawan, ada juga yang tidak keluar darah. Lalu si suami akan menuntut  istrinya tidak lagi perawan? Tunggu dulu. Sebab jika merujuk pada mitos kalau perawan ditandai dengan keluarnya darah dari alat kelamin wanita, tentu akan sulit ditandai kalau laki-laki perjaka itu diketahui dari mana?

Berbicara tentang perjaka yang itu tidak jadi isu terlalu dipersoalkan oleh kaum gadis, tentu hal ini tidaklah sama seperti para lelaki yang mempersoalkan perawan pada gadis. Ini sungguh tidak adil bukan? Ini memang berbicara soal kejujuran antara laki-laki dan gadis yang akan melangsungkan pernikahan. Tetapi soal itu kalian bisa tau dari jenis bentuk muka, dari pergaulannya, dari sejarahnya dan mencari 'pengetahuan' dari teman temannya.

Kasus seorang teman yang saya maksudkan di atas dia memilih tidak lagi melanjutkan hubungan dengan gadis itu, diakui baginya memang soal kejujuran dan si gadis itu sudah meminta maaf. si gadis berharap, kejujurannya itu akan diterima oleh teman saya itu; lupakan masa lalu, mari menatap masa depan.

Tetapi karena teman saya tersebut masih berharap mendapatkan jodoh yang masih perawan sebab dia juga masih perjaka. Dia akui kalau soal perawan adalah hal yang mistis dan suci bagi perempuan, bagi dia juga demikian ketika ditanya soal perjaka. Bagi kalian, mana yang lebih penting: perjaka/perawan atau kesetiaan!?[]

2 comments:

  1. Ada istilah lain soal rencong, apalagi ada istilah yang akrab di telinga, 'Orang Aceh rencong kiri-kanan dompet bisa hilang" soal dompet boleh hilang, soal rencong itu lebih mahal dari isi dompet, karena rencong itu terbuat dari Emas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya saya pernah mendengar juga soal itu sewaktu saya ke Medan. Terimakasih atas kunjungannya :D

      Delete