KITABMAOP

Untuk Mengingat Dan Melawan Kesepian

Post Top Ad

#hastek

ESSAI (70) BERITA MEDIA (47) CATATAN HARIAN (47) GoBlog (12) PUISI (11) CERPEN (8)

10 September 2014

9/10/2014 05:44:00 AM

Tips Memasak Mie Instan Dengan Setrika



KITABMAOP - Bagi kamu yang pernah mengalami hidup sebagai anak kost, mie instan tentu jadi makanan paling andalan dan terfavorit saat masa masa genting, apalagi saat memasuki akhir bulan. Waktu datang kiriman uang, malah diantaranya ada yang stok mie instan di lemari satu kardus + telor satu limping. Itu sebagai persiapan logistik bertahan dari kelaparan saat  masa paceklik akhir bulan tiba.

Tidak usah ngaku sebagai mahasiswa kost jika tidak makan mie instan mentah. Anak pesantren tuh paling biasa melakukannya. Ya satu satunya barang makanan melahap mie instan. Cara makannya ada bermacam macam, kalau dengan mentah, itu mie diremas remas dulu, setelah hancur baru deh bumbu dimasukkan ke dalam mie. Langsung lenyap ke dalam perut, lumayan bisa bertahan untuk beberapa jam tentunya.
via bramandityo.kedaiko.de
Cara selanjutnya dengan memanaskan air via dispenser, mie yang sudah diremas, dituangkan air panas ke dalam kantongnya. Lalu dilahap sampai habis. Jika kalian pernah lakuin ini, berarti nasib kita sama, itu jadi pengalaman yang paling berharga tentunya.

Cara yang paling aman memasak sesuai dengan petunjuk di bungkus mie instan itu sendiri, air yang dipanaskan di wajan, panasinnya dengan komphor minyak tanah atau dengan komphor gas. Air mendidih tuangkan mie, ketika sudah direbus, air itu dibuang. Ada yang memilih tidak membuang air tersebut, ini katanya jadi penyakit karena ada bahan untuk pembuatan lilin, benar ngak info itu?

Setelah sekali air kamu buang, lalu kamu panaskan sekali lagi air sampai mendidih, baru kemudian mie yang sudah masak tadi kamu masukkan dalam mangkok/piring. Ohya, untuk menambah rasa, saya biasanya menuangkan kuah ikan dalam mie tersebut, jadi rasanya campur baur gitu. Kalau siangnya ada kewarung, beli ada kuah ayam/bebek dan kambing, jadinya nanti malam kan masih ada sisa kuah itu, nah kuah itu tuangkan dalam mie, dijamin deh bakal kamu makan mie instan rasa kambing. Ya walaupun ngak dapat daging kambingnya, minimal dapat rasanya. Namanya juga anak kost.

Cara selanjutnya, ini yang paling ekstream dan sebaiknya jangan tiru adegan ini. Jika sewaktu minyak kompor habis, atau kompor gas sudah habis, membelinya belum ada duit, lakukan cara ini. Bagi anak kost -lagi-lagi khusus mahasiswa ya- ini cara paling hemat dan benar benar mudah dan gampang banget. Kamu ambil wajan  aluminium atau gayung aluminium, masukkan air ke dalamnya. Lalu ambil setrika baju, panaskan pada volume paling panas,  balikkan saja bagian yang panas ke atas. Setelah uang setrika sangat panas, kamu letakkanlah bagian wajan/gayung tadi di atas setrika yang panas itu. Dan lihat apa yang terjadi. Membikin roti bisa juga dengan permukaan setrika ini. Nanti bakal jadi hasil: roti bakar ala setrika.

Tertarik melakukan? Coba saja, atau ada cara lain memasak mie instan yang paling ekstream yang pernah kamu lakukan? Jika beberapa cara memasak mie di atas pernah kamu lakukan. Berarti kita seangkatan, senasib dan sebahagia itu. []





08 September 2014

9/08/2014 08:33:00 AM

Warung Kopi dan Pengemis Kota






Siapa yang kalian sebel sewaktu minum kopi?
Adalah para penjaja rokok bermerek yang menghampiri meja kita.
Adalah para pengemis kota yang saban hari wajahnya tak jadi asing
Adalah berita berita klasik soal para pejabat mencuri dan senyum sumringah di televisi.

Dua hal yang kita benci sewaktu duduk di warung kopi, Maop.
Para pengemis dan SPG-SPG sok cantik nan seksi yang mengalihkan obrolan kita.

Ketika pengemis datang ke meja warung kopi.
Maka sekali waktu coba engkau jawab sewaktu mereka meminta minta: Maaf, saya juga pengemis, pengemis proyek dan proposal berselubung rapi dan berdasi!

Warkop Romen, 7 Juni 2013







02 September 2014

9/02/2014 11:47:00 PM

"Tuhan Agamamu Apa?"



KITABMAOP- Baru baru ini disosial media dan berita media massa sedang panas kontroversi tentang "Tuhan Membusuk" sebagaimana spanduk itu ditulis Panitia Ospek Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Sunan Ampel Surabaya. Bagi yang sekilas membaca akan salah penafsiran, dianggap menghina. Tetapi mereka panitia punya alasan tersendiri terhadap kalimat itu. Saya tak berani menyimpulkan pada soal benar atau salah. Ketika berita itu mencuat ke publik, saya kemudian teringat pada sebuah sablon baju seorang teman dari Bengkulu, kami bertemu pada acara Rapat Koordinasi Nasional Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di Asrama Haji Pondok Gede, Februari 2012 silam.

Kalimat sablon di bajunya membuat saya awalnya ternganga dan senyum penuh tanda tanya ketika membaca kalimat itu: "Tuhan, Agamamu Apa?" Kalimat pertanyaan itu tentu akan dianggap sebagai sebuah penistaan agama. Tapi agama yang mana?
via bumibersama.wordpress.com

Sebagian dari kita mungkin tidak asing dengan kalimat itu, saya pada saat membaca di bajunya. Saya mendekati dan berkata soal kerenan baju sablonnya. Saya baru pertama kali membaca kalimat itu selama hidup, tentu saja begitu asing dipikiran. Sebagai yang awam soal filsafat, saya tentu berpikir kurang ajar saati untuk menjawab pertanyaan tadi, emang Tuhan agamanya apa?

Si Teman tadi kemudian menjelaskan alasannya kepada saya. "Semua manusia mengklaim agamanya paling benar, saya mau masuk agama yang dianut oleh Tuhan saja. Hehehe" mendengar jawaban begitu, saya kemudian jadi bengong. Akal saya belum sampai untuk menafsirkan jawaban dia. Dia kemudian menawarkan baju itu untuk saya; Bagus kamu pakai di Aceh. Saya tersenyum dengan pikiran; kalau dipakai di Aceh, jelas berbahaya ini Hahaha
via image.google
Sebagian orang yang sudah mempelajari dan memahami ilmu Tauhid, tentu (mungkin) tidak tersinggung akan pertanyaan itu. Saya bukan orang yang paham soal ilmu Tauhid, ilmu saya belum cukup jauh soal itu.

Pertengahan tahun 2011, Ardha seorang pemuda di Surakarta pernah dilaporkan ke polisi oleh sebuah ormas karena memakai baju kaos bertuliskan:Tuhan Agamamu Apa? di dituduh melecehkan agama dan harus meminta maaf. Iseng saya mencoba googling soal kasus itu, ternyata sangat banyak sekali gambar baju kaos dengan sablon kalimat itu.

Bagi orang yang berpikir dan suka hal lazim, tentu akan suka memakai baju itu. Saya bukan ahli agama dan tidak terlalu jauh untuk mengulas soal itu. Ini hanya catatan kecil saja tentang bertemu dengan orang yang memakai baju kaos dan disablon; Tuhan, Agamamu Apa?

Saya kemudian teringat buku Gus Dur: Tuhan Tak Perlu Dibela. Buku kumpulan kolom dari Gus Dur yang tulisannya di muat diberbagai media. Saya belum semuanya membaca buku tersebut. Adakah diantara kamu yang pernah melihat orang memakai baju tersebut? []

27 August 2014

8/27/2014 12:07:00 AM

Jaringan Telkomsel Yang Sangat Menyebalkan



KITABMAOP - Saya adalah konsumen telkomsel yang akhir-akhir ini sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan Telkomsel kepada pelangganya. Saya satu diantara banyak pelanggan yang kecewa denan pelayanan telkomsel/ Saya memakai kartu AS sejak tahun Mei 2005 hingga sekarang ini. Artinya sudah 9 tahun lebih saya menggunakan layanan jasa dari Telkomsel.

Niat untuk mengganti kartu AS timbul sejak 2 tahun terakhir dengan kartu seluler yang lain. Tapi urung niat buruk itu saya lakukan, mengingat nomor AS saya sudah diketahui oleh teman-teman. Akan repot tentunya kalau mengganti kartu, teman yang sudah lama menyimpan nomor saya akan tidak bisa lagi menghubungi saya nantinya. Kalaupun memberi tahu mengganti nomor, itu bukanlah perkara mudah.

Setahun lalu saya begitu kesalnya terhadap ulah dari Telkomsel yang terus-terusan mengirimkan sms iklan ke hendphon kita. Sehari bisa mencapai 4-5 sms iklan dari berbagai produk. Ini jelas sangat mengganggu sekali. Saya komplain ke layanan pelanggan, hingga akhirnya nomor saya diproses untuk tidak lagi menerima layanan iklan dari mereka. Sebagai pelanggan setia, tentu menerima sms iklan sangat merugikan. Layanan iklan yang masuk ke HP, ini sangat menyebalkan sekali.

Saya mengecek di twitter @Telkomsel. Ternyata sangat banyak sekali keluhan dari pelanggan yang mensyen akun telkomsel. Beberapa ini yang sengaja saya capture. Ada banyak sekali keluhan dari pelanggan yang lain.
capture dari twitter, banyaknya pelanggan yang komplain telkomsel | Ist

Anehnya Menkominfo yang katanya serius basmi konten porno di internet, malah membiarkan sms iklan berbau porno masuk ke pelanggan telkomsel. Ini tentu sangat berbahaya sekali. Hai Menkominfo jangan asyik main pantun saja engkau, basmilah situs dan iklan porno dari telkomsel dengan serius.

Biaya sms sekarang juga sudah sangat mahal bagi pengguna kartu AS. Untuk satu sms saja sesama telkomsel, biaya nya mencapai Rp. 165,- sebelumnya biaya sms sesama telkomsel cuma Rp.60, tanpa pemberitahuan ke pelanggan, mereka menaikkan harga sesuka hati.

Telkomsel sebagai sebuah perusahaan terbesar di Indonesia yang merupakan anak dari PT Telkom Indonesia. Sebagian saham dari Telkomsel ini milik pemerintah harusnya bisa memberikan layanan terbaik bagi pelangganya yang mencapai 60 juta lebih. Telkomsel harusnya malu mengklaim sebagai perusahaan dengan jaringan terluas dan tersebar seluruh Indonesia. Sinyal sewaktu telpon juga tidak bagus. Saya sering mengalaminya apalagi waktu kirim sms, laporan sms tidak terkirim. Lalu mengimkan berulang-ulang, ternyata sms yang masuk berulang kali ke nomor yang dikirim. Ini tentu sangat merugikan saya sebagai pelanggan.

Sebagai pelanggan lama jelas sekali saya sangat kecewa dengan tarif Kartu AS. Pihak telkomsel sendiri lebih memilih pelanggan baru dengan target penjualan. yang dikejar hanya pelanggan baru dengan promosi kartu perdana dan segudang bonus untuk memikat pelanggan. Kalian punya pengalaman buruk terhadap layanan telkomsel? Mari kita saling share disini[]


25 August 2014

8/25/2014 12:27:00 AM

Etika Mengirim Tulisan ke Koran



Saya mulai mengirim tulisan ke media cetak sejak tahun 2003 hingga telah beberapa kali dimuat oleh media cetak dan online dan sekian kali banyaknya tulisan yang ditolak oleh redaksi.  Waktu itu tulisan yang saya kirimkan berupa tulisan opini untuk sebuah media cetak terbit lokal di Aceh. Selanjutnya saya berkali kali lagi mengirimkan tulisan opini ke beberapa media cetak dan hasilnya tidak dimuat. Tapi itu tidak jadi patah semangat. Saya makin tertantang untuk terus memperbaiki kualitas tulisan agar jadi pertimbangan redaksi. Berat sekali memang perjuangan untuk menembus sebuah tulisan ke media. Seleksi sangat ketat, harus bersaing dengan puluhan tulisan orang lain.

Tulisan yang sering dimuat di media rata rata karya orang yang bergelar akademik dan profesi tertentu, terkait dengan bidang yang ditulis. Posisi saya sebagai mahasiswa saat itu sangat sulit bisa tembus media. Karena ingin sekali nama saya muncul di koran, saya tidak lagi memilih kirim opini. Saya kirim tulisan ke ruang Surat Pembaca, dan hasilnya itu dimuat dua hari kemudian. Rasa kebanggaan ketika dimuat, walaupun itu hanya Surat Pembaca.
contoh barang | Ist
Sejak itu, saya mulai belajar bagaimana supaya tulisan kita dipilih oleh redaktur koran untuk dimuat. Saya bertanya pada sebagian orang yang pernah dimuat tulisannya. Tentang tips dan trik untuk menembus media cetak. Mengirim tulisan ke media cetak dan online juga butuh etika dan aturan yang mesti dipahami oleh penulis. Tips Menulis Artikel Untuk Media,  kamu bisa membaca tulisan Taufik Al Mubarak pada link biru ini.

Untuk mengirimkan tulisan ke media, sering terjadi ada  penulis yang mengirimkan lebih dari satu media sekaligus. Ini tidak boleh dilakukan oleh penulis. Setiap satu tema tulisan, harus dikirimkan untuk satu media saja. Bayangkan kalau ada kejadian tulisan itu dimuat pada dua media, tentu redaksi akan 'marah' karena kecolongan memuat tulisan tersebut. Kalau si penulis ngotot mengirimkannya, dan dimuat pada dua media sekaligus dengan tulisan yang sama, maka kamu siap-siap saja akan diblacklist dari media yang bersangkutan. Biasanya media akan memberikan sanksi kepada penulis, tanpa pemberitahuan. Lamanya sanksi berbeda-beda dari media itu. Bisa jadi tulisan kamu selanjutnya tidak akan dimuat selama 6-12 bulan. Ada yang bahkan media memblacklist tulisan atas nama kita selamanya.

Saya pernah ngobrol dengan Taufik Al Mubarak, mantan Redaktur Pelaksana Harian Aceh. Sanksi bagi penulis yang kedapatan mengirimkan tulisan dan dimuat pada dua media sekaligus, akan di blacklist selama 6 bulan. Redaksi biasanya tidak mengirimkan semacam surat teguran kepada penulis. Ketahuan dauble dimuat biasanya diketahui dari pembaca yang melaporkan ke pihak redaksi. Jadi berhati hatilah mengirimkan tulisan ke dua media sekaligus. Ini berlaku bagi penulis opini, puisi, cerpen dan tulisan dari pembaca lainnya.

Jarak tunggu sebuah tulisan akan berbeda beda dari setiap media. Kamu memang harus sabar menunggu waktu dimuat. Pengalaman saya yang pernah mengirimankan tulisan ke Harian Kompas -sampai sekarang belum pernah dimuat Haha- untuk cerpen harus menunggu waktu sampai dengan 3 bulan. Untuk tulisan opini, biasanya akan ada balasan dari redaksi paling telat selama 7 hari jika memang tulisan itu tidak dimuat. Ini berlaku untuk tema tulisan yang sedang hot issu. Jadi kita baru bisa mengirimkan ke media lainnya kalau sudah ada pemberitahuan tidak dimuat dari redaksi.

Lalu bagaimana jika tulisan sudah dikirim ke media A misalnya,  belum dimuat dan tanpa pemberitahuan dari redaksi akan dimuat atau tidak? Apa yang mesti kamu lakukan? Saya mengambil inisiatif untuk menarik tulisan tersebut. Caranya dengan mengirimkan pemberitahuan ke email redaksi bahwa tulisan yang saya kirim pada tanggal sekian dengan judul sekian saya tarik kembali, tentunya dengan berbagai alasan. Jangan juga kamu sebutkan alasan saat penarikan itu mau kirimkan ke media lain, tentu redaksi akan terganggu perasaannya. Sebutkan saja mau memperbaiki tulisan itu karena kekurangan data dan perlu editing lainnya.

Jika sudah menarik tulisan tersebut, maka kita sudah bisa kirim tulisan itu ke media B. Kalaupun nanti dimuat pada dua media sekaligus, itu bukan lagi kesalahan penulis. Kesalahan ada pada pihak redaksi media A. Sudah pernah ada kasus yang satu tulisan yang sama dimuat pada dua media yang berbeda. kronologisnya bisa macam macam. Ada yang penulis sudah menunggu waktu sampai 3 bulan, lalu mengirimkannya ke media lain tanpa pemberitahuan tarik tulisan.

Dan ketika dimuat sekaligus pada 2 media yang berbeda, apa yang harus kamu lakukan?

Ini memang dilema, tidak juga selamanya kesalahan ada pada penulis. Si penulis sudah tunggu waktu sampai 3 bulan dan tidak ada pemberitahuan sama sekali dari redaksi kalau tulisannya akan dimuat. Saya melakukan trik sewaktu mengirimkan tulisan, akan saya jelaskan di redaksi email kalau tulisan  itu tidak dimuat dalam jangka waktu sekian hari, maka tulisan saya tarik kembali. Hati hati juga melakukan ini, jangan sampai tersinggung perasaan redaksi. Demikian yang dapat saya sampaikan tentang Etika Menulis Tulisan ke Koran, intinya jangan mengirimkan ke 2 media sekaligus. Hindari plagiat dan tetaplah berjuang pada proses untuk menembus tulisan ke koran[]

Baca Juga : Alamat Email Redaksi Media Cetak dan Online di Aceh

22 August 2014

8/22/2014 01:47:00 AM

Kebohongan Pawai Karnaval

Senin siang  18 Agustus 2014 kemarin itu, saya merepet bukan main karena terjebak macet di jalan protokoler Banda Aceh. Awalnya saya tidak ingat kalau hari itu adalah ada pawai karnaval tujuhbels Agustus. Pawai karnaval yang selalu diadakan setiap tahun dalam peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Saya kemudian baru mengerti kenapa macet saat melihat orang orang yang menunggu gerakan pawai karnaval itu dalam jumlah ramai  berdiri dipinggir jalan, bahkan ada yang duduk santai dibawah pohon trotoar jalan protokol.

Saat itu saya menuju ke sebuah tempat untuk mengantar sesuatu barang yang cukup penting kepada seseorang yang sudah saya anggap sebagai guru. Tepatnya guru spiritual pada berbagai hal kehidupan, termasuk soal politik dan tentang cinta. Eaak.  Karena sang guru yang menunggu mau berangkat  meeting penting, beliau terus mendesak saya untuk mencari alternatif jalan lain supaya tidak kena macet dan sampai dengan cepat.

Saya mengambil beberapa inisiatif. Melewati beberapa jalan yang dianggap tidak macet, ternyata kena juga macetnya. Para penjaga jalan raya seperti polisi dan orang seragam dari dinas perhubungan berdiri dirata simpang, sibuk mengatur lalu lintas kenderaan.

Memilih jalan alternatif ternyata tidak juga aman. Saya akhirnya terkena juga efek macet, ada iringan pawai jalan kaki. Jalan yang dilalui peserta karnaval ditutup untuk kenderaan umum. Mundur kebelakang tidak lagi bisa, karena dibelakang sudah banyak sekali kenderaan lainnya. Maka berdirilah saya dipinggir jalan raya itu, dengan mata dipaksakan melihat para peserta karnaval yang umumnya dari anak anak sekolah di Banda Aceh.

Ya, seperti karnaval umumnya tentu kamu juga sudah tau kalau setiap karnaval tiba maka yang terlihat adalah para anak anak yang memakai pakaian apa saja demi menunjukkan sebuah nasionalisme keIndonesiaan. Umumnya mereka memakai pakaian adat dari berbagai daerah, paling banyak pakaian adat dari Aceh.

Pada acara pemerintah ini saya melihat ada pasangan anak SMA yang memakai baju adat Aceh, mereka berjalan dengan mesra sambil menggandeng pasanganya. Layaknya pengantin baru nikah. Ini negeri syariat islam? Ini acara yang dibikin oleh pemerintah yang terjadi dipusat ibu kota provinsi yang mencerminkan syariat islam? Oh Tuhan!

Lucunya lagi, saya melihat ada anak-anak seumuran SD memakai pakaian ala seorang petani, ada yang memakai pakaian ala nelayan, jadi pekerja kebun dll. Tau kenapa itu lucu? Bagi anak anak kampung seperti kami, jelas pemandangan itu sangat lucu. Bagaimana anak anak kota yang dipaksa menjadi petani/nelayan, sedangkan mereka tidak pernah sama sekali tau bagaimana menanam padi, bagaimana ke sawah, bagaimana menaman cabai, bagaimana mengembala kambing dan sapi.

Lucunya ada anak-anak yang memakai pakaian ala nelayan, tapi mereka tidak paham gimana caranya menangkap ikan, mencari tiram, menjala dan banyak kerjaan sebagai nelayan lainnya. Tentu ini sebuah kekonyolan pendidikan karakter yang dilakukan oleh anak anak kota. Seperti guyonan kawan saya waktu menceritakan kejadian ini, bisa jadi untuk tahun tahun akan datang, bakal ada tempat yang disewakan bagi anak anak kota yang lucu dan kece jika ingin memberi umpan ayam, umpan itik dan lain-lain.
Kalau para anak anak ini nantinya jadi pejabat publik dan politisi, maka mereka akan juga menipu dengan berpura pura jadi petani/nelayan dan sebagainya. Padahal mereka tidak pernah mengalami dan tau persis tentang apa yang dirasakan oleh profesi yang mulia itu. Inilah sebuah ciptaan lelucon dimata kami anak anak kampung ketika melihat karnaval. Hiks []

18 August 2014

8/18/2014 09:44:00 AM

@iloveaceh Akun Twitter Paling Populer di Aceh


Sejak kelahirannya ke dunia maya pada tanggal 23 Februari 2010, akun twitter paling populer di Aceh  ini telah memasuki usia 4,5 tahun. Sejak lama telah mewacanakan menulis tentang ini di blog saya, namum baru sekarang kesampaian karena kesibukan saya pada sebuah tempat yang sangat rahasia. Bekerja untuk sebuah hal yang tak bisa dijelaskan disini. 

Ide nama akun ini cukup kreatif saya kira. Mengambil nama yang cukup mudah diingat: i love aceh (saya cinta Aceh), sampai saat ini saya tidak tau alasan dibalik klaim nama dengan bahasa Inggris tersebut. Kenapa tidak digunakan nama akun dalam bahasa Aceh? Tentu saja si pencipta akun iloveaceh ini ada alasan sendiri. Atau mungkin ini bermaksud agar orang luar negeri lebih mudah mengikuti perkembangan tentang Aceh karena soal nama itu? 

Saat ini iloveaceh -selanjutnya kita singkat ILA- telah banyak melakukan kegiatan kegiatan yang cukup positif bagi kepentingan pembangunan masyarakat Aceh. Akun ini bukan milik pemerintah dan tidak ada hubungan sama sekali, tapi keberadaannya membuat masyarakat Aceh dan luar merasakan manfaatnya.

Saya menjadi follower (pengikut) akun iloveaceh sejak awal-awal akun ini hadir ke twitter, saat itu akun ini baru ada follower sekitar 4000 follower. Saat itu saya sering mensyen informasi ke ILA, akun saya akhirnya di follow balik admin iloveaceh. Untuk mengetahui kegiatan dan berita tentang Aceh juga bisa mengunjungi situs iloveaceh di www.iloveaceh.org.

Sampai saat ini tanggal 18 Agustus 2014 akun iloveaceh telah memiliki follower sebanyak 48 ribu lebih. Sebuah angka yang fantastis akan sebuah akun media sosial di Aceh. Ada banyak akun media sosial lain di Aceh, tapi saya melihat manajemen dan cara mencuit akun iloveaceh ini lebih tertata rapi dan terstruktur. Para admin juga begitu paham soal etika dan cara bersosial media dan menggunakan akun publik. Ini tentu sangat penting. Para admin itu bergabung dalam ILA Manajemen, sebuah teamwork.

Menariknya, para admin ILA ini sangat menghindari cuitan yang berbau perkembangan partai politik di Aceh. Saat heboh-hebohnya masa kampanye caleg, akun ILA tidak pernah meretwet hal-hal yang berbau kampanye salah satu caleg. Saya yakin lobi-lobi ke admin tentu saja ada dari pihak pihak tertentu. Saat pilpres juga demikian. Ini penting untuk sebuah independensi sebuah akun yang sudah jadi milik publik.

Siapa di Balik Akun @iloveaceh?
Saya kebetulan kenal dengan beberapa admin ILA yang dari berbagai latar belakang hobi dan pendidikan. Tapi ini tidak bisa saja jelaskan siapa saja mereka, mengingat akan satu dan lain alasan yang harus dijaga. Umumnya mereka anak muda yang ingin kampanyekan kepentingan Aceh di internet. Mereka hadir dari berbagai latar belakang hobbi, umumnya anak muda yang emang suka main twitter. Saya tidak tau bagaimana sistem yang mereka bangun sebuah komunitas sosial media hingga kemudian mereka bertemu di ruang publik dunia maya untuk berbagi informasi tentang Aceh. Mereka saling sepakat, mereka saling bekerja dan bergerak.

Saya dulu sempat penasaran sekali dengan orang dibalik lahirnya akun iloveaceh ini. Sebab hampir setiap waktu ada saja informasi yang dibagikan. Informasi tentang positifkan Aceh kerap kali muncul dilinimasa para follower. Foto-foto tempat tempat pariwisata sangat sering dikirim oleh pengikutnya. Sesama pengikut twitter ini saling menyapa dalam kata "rakan".

Untuk info yang 'negatifkan' Aceh, tentu sulit di retwet oleh admin. Kalaupun ada twet yang kritik kepada publik, kritik yang bahasa santun tentu saja akan diretwet dalam hesteg #SuaraWarga. Pengikut akun ini berada dari seluruh kawasan dunia. Ini bisa terlihat dari banyaknya informasi tentang Aceh yang dimensyen  ke iloveaceh. Misalnya ada anak Aceh yang sedang kuliah di luar negeri, kita juga bisa lebih cepat tau dari media online/cetak di Aceh.

Info intelejen pyongyang yang masuk ke saya, orang pertama yang bikin akun iloveaceh ini adalah seorang mahasiswa Aceh yang sedang kuliah di Pulau Djawa. Sekali lagi demi menjaga keamanan, saya tidak bisa menjelaskan disini siapa pemuda kreatif tersebut. Tetapi para admin itu mereka adalah orang orang yang berpikir positif tentang Aceh, jarang kita melihat akun iloveaceh itu nyinyir terhadap berbagai persoalan Aceh.

Akun ILA juga sering bikin quiz di linimasa, ini paling saya pernah dua kali menang quiz. Tapi sekalipun ngak mengambil hadiahnya. Lebih tepatnya malu ambil. Hhaha. Donatur quiz datang dari siapa saja. Seringnya dari pengusaha kuliner yang ingin mempromo produk kulinernya. Kalau mau promosi dan mengajak ILA untuk terlibat dalam kegiatan kamu, langsung saja hubungi mereka. Bikin pertemuan dan kesepakatan.

Kalau untuk urusan bisnis, tentu saja akan berbeda cuitannya. Bukan hal yang baru kalau twitter itu sudah jadi tempat orang saling promosi. Toh juga para admin ILA ketika bekerja butuh amuisi, mereka kan ngak ada makan juga untuk kebutuhan rapat-rapat dan segala kegiatan nya dalam Manajemen ILA. Saya masih sangat menghargai kalau aku ini tepat mempertimbangkan kepentingan publik atas segalanya. Twitter ILA memang tidak beda jauh dengan media online lainnya, kan sering juga kita melihat situs media online sering tampilkan iklan. Cuma saran saya, ada baiknya kalau memang iklan yang hadir di linimasa ILA, dibikin kode seperti adv (advetorial), supaya para pengikut juga tau kalau itu adalah bagian dari twet promosi.

Ada banyak keunikan lainya yang menarik yang mesti kujelaskan disini, tapi berhubung ini sudah terlalu panjang cut jackfruit (cangpanah) maka kita akhiri saja. Mudah mudahan kalau saya  meninggal nanti, tulisan ini akan jadi sebagai sebuah catatan perabadan. Eaak.  Tentu kalian juga wahai para admin bakal ingat bahwa saya pernah menulis tentang sepak terjang akun publik yang makin kece  dan tentang kerja-karya para admin relawan akun ini. Jaga diri dan komunitas, percaya bahwa Aceh adalah milik dan kita memiliki tanggung jawab sebagai pemuda membangun dan terlibat dalam kegiatan positifkan Aceh lainnya. Go A Head!
8/18/2014 12:01:00 AM

Tujuhbelas Agustus di Bawah Moncong Senjata



Era tahun 1999 dan tahun setelahnya gelisah dan  traumanya saya sebagai masyarakat kampung ketika menaikkan bendera merah putih. Pihak TNI/ BKO (bawah kendali operasi) Brimob sendiri kala itu menyuruh (tepatnya memaksa) seluruh masyarakat wajib menaikkan bendera merah putih di depan rumahnya masing-masing. Saat itu umur saya masih kelas 2 SMA. Ketika Darurat Militer (2003), warga masyarakat di paksa mengikuti upacara bendera merah putih oleh serdadu pos-pos tentara BKO ke lapangan kecamatan setempat. Kalau melawan, maka siap-siap di cap sebagai anti pemerintah Indonesia.

Sekarang di mana Hari Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia diperingati oleh banyak masyarakat Indonesia dan masyarakat Aceh yang sudah 9 tahun hidup pasca Perjanjian Damai 15 Agustus 2005 di Helshinki. Masyarakat Indonesia dimanapun berada dengan suasana berbeda memperingati hari kemerdekaan itu penuh suka cita. Cara peringatan hari lahir bangsa Indonesia yang paling lazim dilakukan adalah dengan upacara bendera merah putih, setelahnya diikuti  dengan berbagai macam lomba; panjat pinang, makan kerupuk, tanding sepakbola menggunakan sarung dan tidak ketinggalan tarik tambang. Berbagai kalangan dan berbagai cara merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang sudah berumur 69 tahun. Setengah abad untuk sebuah bangsa yagn diakui di dunia. Lalu apakah kita sudah benar benar merdeka?

Gambaran masa konflik Aceh, seperti pernyataan Azhari Aiyub, seorang Sastrawan Aceh menyebutkan dimana jumlah serdadu lebih banyak daripada sapi, orang Aceh banyak yang meninggal. Sekarang pada masa damai, dimana sapi lebih banyak daripada serdadu orang Aceh juga banyak meninggal. Apa bedanya?

Sebagai bagian dari anak muda tanggung  tinggal di kampung, kami sering mendapat perlakukan kasar dari pihak TNI/Polisi karena tidak bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menghafal Pancasila. Perlakuan kasar yang dialami oleh orang Aceh dengan banyak sebab dan musabab hingga mereka kehilangan orang orang yang mereka cintai, pada anak-anak yang melihat dengan sadis ketika ayahnya dihabisi di depan matanya, para perempuan yang melihat suaminya dikasari oleh serdadu. Tentu ini tak bisa dilupakan sebagai sebuah kegagalan negera dalam melindungi warganya. Kami sebagai Aceh sejak dulu kala telah menjadi bagi yang ikut membangun dan menyumbang untuk republik ini.

Saya lahir dan besar di Gampong Pulo Reudeuep Kecamatan Kutablang, Bireuen. Bagi kalian yang pernah hidup dikampung dan menjadi saksi bagaimana mengerikan kehidupan orang orang di Aceh di kampung saat menghadapi aparat pemerintah, apalagi pada masa peringatan hari tujuh belas agustus. Bagi kalian yang hidup di kota tentu tidak begitu berefek. Masa konflik Aceh dimana peluru dan serdadu saling beradu mempertahankan sebuah tanah paling ujung pulau sumatera ini, Aceh.

69 tahun sudah Indonesia merdeka dari para penjajah. Selanjutnya kita masih belum merdeka dari berbagai persoalan di negeri ini. Saya ingin menulis ini sebagia sebuah review ingatan tentang apa yang saya lihat dan rasakan sewaktu dulu masa konflik di Aceh, khususnya bagaimana cerita tentang begitu besarnya perjuangan orang-orang yang melarang dan menyuruh bendera Indonesia tetap berkibar di depan rumah dan toko masing masing.

Tanggal 17 Agustus diperingati dengan penuh gelisah dan resah oleh masyarakat kampung. TNI dan sejenis serdadu pemerintah Indonesia lainnya menyuruh dan memaksa orang-orang kampung wajib mengibarkan bendera merah putih sejak pukul 6 pagi dan diturunkan pukul 6 sore. Itu sebagai bentuk nasionalisme orang Aceh dan harus cinta NKRI. Jika tidak menaikkan bendera merah putih di depan rumah, maka siap-siap kena popor senjata. Kalian bakal dituduh anti NKRI dan pendukung Gerakan Aceh Merdeka.

Sebaliknya dari pihak GAM melarang orang orang kampung menaikkan bendera merah putih. Kalau menaikkan bendera maka bakal dituduh sebagai bagian mendukung pemerintah Indonesia, artinya tidak mendukung Aceh Merdeka. Ibu saya punya trik dan selalu ada alasan tersendiri agar selamat dari kedua pihak, umumnya memang orang kampung cukup lihat dan terlatih menghadapi kedua kubu yang bertikai. Ibu saya menyimpan bendera merah putih itu dalam sebuah tabung kaca, lalu tabung itu ditanam di dapur. Untuk memudahkan menandai, tabung kaca itu ditanam dibawah meja atau rak piring. Mencari bendera merah putih sangat sulit sekali, ngak ada yang jualan. Harus suruh jahit sama tukang jahit. Itupun harus diam-diam, bagi masyarakat yang penting bisa selamat diri dari kedua pihak, harus punya alasan yang kenapa menaikkan bendera dan kenapa ngak menaikkan bendera.

Tepat pada hari 17 Agustus itu biasanya operasi dari TNI dan BKO Brimob ke desa-desa sangat gencar dilakukan. Kalau di kantor desa/meunasah kampung tersebut tidak menaikkan bendera merah putih, maka Pak Geuchik akan dipanggil menghadap sang komandan operasi pos tentara terdekat. Saya pernah sekali kena pukulan bogem mentah di perut karena ngak bisa hafal lagu Indonesia raya. Saat itu sebuah sore kami disuruh berbaris setelah sebelumnya ada pemeriksaan KTP.

Sekarang damai sudah 9 tahun berlalu, upacara menaikkan bendera merah putih tanpa lagi ada gangguan dan paksaan yang berarti. Inilah satu dari banyaknya hikmah damai bagi Aceh, damai mesti kita jaga dan rawat damai ini untuk pentingan membangun Aceh yang lebih baik, Pemerintah wajib menjaga dan mensejahterahkan rakyatnya. Aceh sekarang sudah dalam genggaman orang orang kita juga, saatnya membangun nanggroe ini. Kalaupun tidak sanggup membangun dengan baik, minimal tidak mencuri hak dan jatah bantuan untuk rakyat dengan memperkaya kroni dan golongannya. Kalau kesempatan ini tidak kita gunakan dengan baik, maka jangan salahkan lagi orang lain yang tidak berlaku pembangunan keadilan bagi negeri syariat islam ini. Salam sebangsa tanah, dan sebangsa air. []

14 August 2014

8/14/2014 10:31:00 AM

Sepasang Kekasih



Lekuk tubuh remuk dalam badai
Goyang gontai tapak kaki alaskan kosong
Sepasang kekasih sedang bercumbu gelisah
Sandarkan tubuh pada tebing sisa hantam ombak
Ribut air dalam bayang angin angin tak berarah
Kaki kaki getar gerak gemuruh ombak ambing
Iring iring kapal melawan arus
Jauh jauh berlabuh kapal tanpa tapal
Tanpa tujuan tak berarah
Sepasang kekasih terus memadu kasih
Dalam bayang bayang wajah wajah ketakut takutan
Bujang perawan melepas rindu di tebing laut
Sekali kali seumur hidup tak hirau kicauan orang orang
Selepas itu otot otot mereka tegang lalu regang. 
Ujong Pancu, 25 Januari 2012

12 August 2014

8/12/2014 12:34:00 AM

Cara Pasang Widget Pengunjung Online





Cara Memasang Widget Pengunjung Online - Pernah lihat widget jumlah pengunjung di sebuah blog? Ini Cara Memasang Widget Pengunjung Online di blogspot. Bagi blogger pemula tentu hal ini masih belum banyak yang tau gimana caranya memasang widget jumlah pengunjung pada blog kamu. Caranya sangat mudah ternyata, kemarin saya belajar pada blog jumpueng.blogspot.com tentang cara membuat user online di blogspot.

Melihat jumlah ramainya pengunjung di blog, tentu ada rasa bangga tersendiri. Jumlah pengunjung ke blog kan sangat bergantung sejauh mana tulisan blog kita itu penting dibaca oleh berbagai khalayak. Maka tulisakan sesuatu yang kamu anggap penting dan membuat orang betah berselancar di blog kamu.

Baiklah teman, saya akan mengungkap sebuah rahasia penting ini. Pertama sekali kamu harus membuka situs http://whos.amung.us. atau klik aja link tersebut ini. Selanjutnya copi paste URL yang ada lama kotak: Klik Dauble Saja. Ini contoh barangnya di capture:



Langkah selanjutnya kamu buka Blogger Home -> Tata Letak -> Add Gadget -> HTML/JavaScript, lalu pastekan kode yang telah kamu copy tadi ke dalam kotak dialog yang di HTML. Kalau mau ubah soal JUDUL user ONLINE terserah kamu saja, tinggal ganti sesuka hati. Lalu SAVE dan Selesai.

Jreng-Jreng. Sekarang buka situs blog kamu dan lihat jumlah pengunjung, klik saja pada jumlah pengunjung tersebut untuk melihat pengunjung sedang membaca tulisan kamu yang mana saja. Kalau blog pemula kan biasa masih sepi ya, ngak ada pengunjung. Hahaha

Demikianlah pemirsa tentang Cara Memasang Widget Pengunjung Online. Ini sengaja saya tulis, soalnya saya juga sering lupa kalau mau mengeditnya. Sering sering aja utak atik blog, sering mengulang kaji agar tidak mudah lupa. Cara ini sebenarnya sudah banyak sekali ditulis oleh pegiat blog, dengan berbagai cara masing masing tentunya. Saya menulisnya supaya kalau besok lupa caranya, bisa melihat tulisan ini []