KITABMAOP

Untuk Mengingat Dan Melawan Kesepian

Post Top Ad

#hastek

ESSAI (69) BERITA MEDIA (47) CATATAN HARIAN (47) GoBlog (12) PUISI (11) CERPEN (8)

04 October 2013

Kali Ini Tentang Sebuah Nama

editing | istimewa
DUA hari yang lalu seorang pernah bertanya pada saya tentang berapa banyak nama saya sebenarnya yang dikenal oleh berbagai kalangan orang dan tempat selama saya pernah tinggal atau aktif disuatu tempat tertentu. Ada banyak sebenarnya nama saya yang jika engkau bertemu dengan orang yang pernah bertemu dan mengenal saya akan memanggil dengan nama yang berbeda. Ketika saya lahir pada dualapan tahun lalu, orang tua saya memberi sebuah nama yang aneh menurut saya. Tidak lazim sebagai nama kebanyakan disematkan pada orang orang sekitar. Kalau tidak percaya silakan ketik “Muhadzdzier” di Google, Cuma satu seluruh penjuru kampung dunia. Hehehe.
Muhadzdzier, ini nama saya yang lengkap dan benar. Agak susah pada penyebutan ‘dzdz”-nya yang bagi sebagian orang penyebutan nama itu di absen akan melototkan kedua matanya sambil melihat apa ini nama yang benar? Sedang penyebutannya juga lumayan susah hingga harus menahan suaranya.

Sewaktu sekolah dasar dulunya, saya pernah merubah nama ini menjadi “muhadzier” tanpa dauble “dz’-nya. Biar tidak ribet. Hingga waktu pemberian ijazah Ayah saya harus kembali mengurus penulisan nama di ijazah yang benar ke kantor dinas di kecamatan karena kesalahan pada waktu itu. Saya tidak tau arti dari nama itu. Tapi Alm. Ayah saya bilang, itu tulisan “dzad” dalam bahasa Arab.

  • Dit
Sejak lahir saya sudah dipanggil dengan nama ini. Pertama memang dipanggil dengan Muhadzdzier, tapi lama-lama penyebutan “dzdz”nya hilang hingga menjadi Muhaddit. Lama kelamaan nama ini menjadi “ Si Dit” hingga semua orang termasuk anak anak semasa saya kecil memanggil dengan nama “dit”-bahasa Aceh artinya sedikit. Hingga terkadang ada yang setengah mengejek memanggil dengan kebalikannya dari arti sedikit Si Lee (banyak) he he he.., sampai sekarang nama saya di rumah(kampung) masih dipanggil dengan nama “dit”.

  • Cut Dit,
Ini nama singkat dalam kalangan orang Aceh untuk panggilan kepada Paman. Dimulai dari kata “Apacut, dan di tambahkan dengan “Dit” nama panggilan saya di kampung sejak kecil. Nama ini awalnya di panggil oleh keponakan saya di tempat tinggal di Darussalam. Hingga orang orang sekitar yang mengenal saya ikut ikutan memanggil dengan nama “cut dit”. Tapi mereka kan bukan anak kuman bagi saya.

  • Paknek.
Ini benar benar nama yang aneh. Dan saya sebenarnya agak risih dengan panggilan itu. “sang-sang tuha that lon”. Hahaha. Kawan kawan leting dikampus Teknik lebih akrab dengan nama ini. Yang artinya Kakek. Saya ingat betul siapa yang pertama kali menyematkan nama ini kepada saya hingga sampai sekarang nama itu masih melekat erat dan akrab. Bagi kawan kawan leting tentu tidak ada yang tak mengenal si Tabrani Takdir Lubis. Nah, dialah yang pertama kalinya memanggil nama ini ketika saya duduk paling belakang pada hari pertama masuk kuliah di semester pertama yang saat itu kalau tidak salah mata kuliah Kalkulus Satu dengan Pak Ahmad Syuhada. Si Lubis bilang, saya ini terlalu tua dengan kumis memanjang di leting 2002. hahaha. Han ek takhem. Di leting 2002 Teknik Mesin, setiap orang orang juga ada dipanggil dengan nama yang aneh aneh. Semua ada nama baru ketika dikampus.

  • Salda atau Salud.
Ini nama yang dipangil oleh sahabat sahabat di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Aceh. Entah kenapa mereka memanggil dengan nama itu, sedang itu punya nama adalah Almarhum Ayah saya. Disini ada juga orang orang yang memanggil dengan nama Muhadzdzier, tapi lagi lagi tanpa huruf dauble ‘dz’nya. Agak susah memang pada penyebutan. Ribet malah.

  • Maop.
Nah, kalau yang ini nama sebuah buku catatan harian saya. Hingga nama ini kemudian saya pakaikan di Nama belakang pada jejaring sosial facebook. Lalu kemudian nama ini menjadi akrab hingga ada yang menyebut ini nama yang aneh yang dalam masyarakat Aceh mengenal “maop’ itu sebagai hantu blawu yang tak pernah kita tau wujudnya. Maop hanyalah untuk menakuti anak anak kecil yang terus terusan menangis. Ini yang terjadi sewaktu kami kecil. Hingga sampai sekarang yang pernah tau wujud asli Maop itu seperti apa. Dan memang ini tidak pernah ada. Sama juga seperti nama “geuntet” juga bermakna hantu. Yang menjadi kepercayaan sebagian masyarakat adalah sebagai makhluk halus yang yang menghipnotis orang orang hingga hilang akal dan pikirannya dengan waktu yang berhari hari malahan. Nama ini lumayan akrab dengan saya, di vesbuk juga terkadang ada yang memanggil dengan Bang Maop. Ha ha. Aneh. Kawan kawan tempat saya ngopi juga selalu memanggil dengan nama ini.

Diantara semua nama yang saya sebut diatas, saya tidak pernah merasa marah dengan nama ini. Tidak tersinggung atau menuntut ke pengadilan karena telah mencemarkan nama saya. Ha ha. Berlebihan ya. Inioah nama, lain tempat lain orang akan lain memanggil. Tapi saya yakin tidak semua orang mengetahui nama ke semua nama di atas. Hanya orang orang akrab dan dekat saja.
Begitulah tentang sebuah nama. Punya arti dan makna tentunya. saya juga tidak tau apakah kedepan akan nama panggilan tambahan lagi? Homlah. Tapi bagi saya, tidak pernah merasa risih dengan pangilan nama yang aneh aneh. Silakan kalian panggil apa saja selama itu tidak membuat saya menunduk malu ketika sedang berhadapan dengan orang orang. [Kamar Kost, 1 Oktober 2010]

No comments:

Post a Comment