KITABMAOP

Untuk Mengingat Dan Melawan Kesepian

Post Top Ad

#hastek

ESSAI (70) BERITA MEDIA (47) CATATAN HARIAN (47) GoBlog (12) PUISI (11) CERPEN (8)

06 November 2013

11/06/2013 08:26:00 PM

Puisi-Puisi Hujanlah yang membawaku padamu



Tabloid Atjeh Time, 11-18 Feb 2013
Sajak Kangen
Apakah kau pernah melihat bulan yang tersenyum?
Ketika bulan itu muncul, senja perlahan kabur.
Seperti itulah jiwaku malam ini.
Terkadang rindu itu sangat menyiksa,
Jiwa luka mengingatnya
Tapi apakah ini yang orang-orang menyebutnya cinta?
Jiwa rindu pada seseorang, kadang seperti beo di sangkar rindu belalang.
(Banda Aceh, 4 september 2009)

30 October 2013

10/30/2013 03:11:00 AM

PUISI PUISI PENGANTIN



Hari Nikah Herman RN di Mesjid Raya
Malam Pengantin Seorang Penyair
(ke hadapan  Herman RN)

Engkau kini telah menikah di Mesjid Raya
Pagi Jumat dua belas April dalam sebuah ikrar sakral
Di mesjid termegah di kota Banda
Engkau kini telah lepas masa-masa lajang
Dalam sebuah ikatan pernikahan
Orang bilang; menikah itu nasib, mencintai itu takdir!
Kau bisa menikahi siapa saja, tapi mencintai?
Belum tentu bisa!

29 October 2013

10/29/2013 12:07:00 PM

Awak-Awak Soet (Mengintip Pemira Unsyiah 2008)



[sumber: Opini Harian Serambi Indonesia | Senin, 28 Januari 2008]
oleh Muhadzdzier M. Salda

APA yang saya khawatirkan beberapa hari yang lalu, akhirnya terbukti juga. Sebagaimana telah dikabarkan seorang kawan dan juga di harian Serambi (23 Januari 2008), Hendra Koesmara calon kandidat nomor 5 terpilih sebagai presiden mahasiswa Unsyiah 2008 pada pemira (pemilihan raya) yang dilaksanakan pada Senin/21 januari 2008 lalu. Hendra mendapat dukungan yang sangat luar biasa dari kawan-kawan dan kader seorganisasinya. Bahkan ia mendapat dukungan dari Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (dalam sebuah foto kampanye yang saya lihat dikampus Unsyiah)

07 October 2013

10/07/2013 06:44:00 AM

Saat Hujan Turun Deras



sumber | Harian Serambi Indonesia, Minggu 11 Desember 2011

Nggak Tau Ini Foto Karya Siapa | istimewa
Entah kenapa setiap hujan tiba, perempuan setengah abad itu akan berdiri di jendela rumah panggungnya berlama lama menatap rintik hujan yang membasahi setiap jengkal tanah. Ia  akan mencium bau tanah yang menyengat dibasahi hujan. Perempuan itu akan berdiri di jendela sampai hujan reda. Begitu terjadi  saat hujan tiba.  Aku sering melihatnya  berkali kali atau setelah lebih setahun aku tinggal di rumah kontrakan ini. Kerap kali kulihat perempuan itu akan menatap rintik hujan dengan wajahnya yang muram. Mulutnya sekali kali berkomat kamit seperti sedang mengeja sesuatu. Sesekali juga kulihat ia tersenyum, seakan terlintas di pikirannya suatu hal yang menyenangkan dan perasaan bahagia.

06 October 2013

10/06/2013 07:22:00 AM

Selamat Wisuda Kawan!




(Kupersembahkan cerita ini untuk teman teman terbaik se-dunia di Teknik Mesin 2002 Unsyiah sebagai hadiah atas Wisuda Sarjana Teknik sabtu, 14 November 2009, Untuk para Orang tua yang berjuang demi anak anaknya)

Siang itu sabtu 31 oktober 2009. Hari itu telat bangun karena malamnya aku tulis cerpen untuk dikirim ke KOMPAS. Dan lagi lagi tidak juga dimuat. Ini baru cerpen ke enam kalinya aku kirim.

05 October 2013

10/05/2013 05:54:00 AM

Begadang di Warung Kopi


Jam Begadang Malam | istimewa
Beberapa hari terakhir ini kegiatan saya hanya dari warung kopi ke warung kopi sampai malam menjelang pagi sekitaran jam 2 atau 3 baru pulang ke rumah kost. Nah, paginya sudah dipastikan telat bangun tidur karena memang terlambat tidur pada malam harinya. Sudah sebulan lebih hari hari saya habis dar satu warung kopi ke warung kopi lainnya. Sehari semalam bisa saja mencapai empat warung kopi maksimalnya. Sangat tergantung pada orang yang saya temui atau memang teman yang diajak ngobrol.

04 October 2013

10/04/2013 06:03:00 AM

Kali Ini Tentang Sebuah Nama

editing | istimewa
DUA hari yang lalu seorang pernah bertanya pada saya tentang berapa banyak nama saya sebenarnya yang dikenal oleh berbagai kalangan orang dan tempat selama saya pernah tinggal atau aktif disuatu tempat tertentu. Ada banyak sebenarnya nama saya yang jika engkau bertemu dengan orang yang pernah bertemu dan mengenal saya akan memanggil dengan nama yang berbeda. Ketika saya lahir pada dualapan tahun lalu, orang tua saya memberi sebuah nama yang aneh menurut saya. Tidak lazim sebagai nama kebanyakan disematkan pada orang orang sekitar. Kalau tidak percaya silakan ketik “Muhadzdzier” di Google, Cuma satu seluruh penjuru kampung dunia. Hehehe.
Muhadzdzier, ini nama saya yang lengkap dan benar. Agak susah pada penyebutan ‘dzdz”-nya yang bagi sebagian orang penyebutan nama itu di absen akan melototkan kedua matanya sambil melihat apa ini nama yang benar? Sedang penyebutannya juga lumayan susah hingga harus menahan suaranya.

Sewaktu sekolah dasar dulunya, saya pernah merubah nama ini menjadi “muhadzier” tanpa dauble “dz’-nya. Biar tidak ribet. Hingga waktu pemberian ijazah Ayah saya harus kembali mengurus penulisan nama di ijazah yang benar ke kantor dinas di kecamatan karena kesalahan pada waktu itu. Saya tidak tau arti dari nama itu. Tapi Alm. Ayah saya bilang, itu tulisan “dzad” dalam bahasa Arab.

  • Dit
Sejak lahir saya sudah dipanggil dengan nama ini. Pertama memang dipanggil dengan Muhadzdzier, tapi lama-lama penyebutan “dzdz”nya hilang hingga menjadi Muhaddit. Lama kelamaan nama ini menjadi “ Si Dit” hingga semua orang termasuk anak anak semasa saya kecil memanggil dengan nama “dit”-bahasa Aceh artinya sedikit. Hingga terkadang ada yang setengah mengejek memanggil dengan kebalikannya dari arti sedikit Si Lee (banyak) he he he.., sampai sekarang nama saya di rumah(kampung) masih dipanggil dengan nama “dit”.

  • Cut Dit,
Ini nama singkat dalam kalangan orang Aceh untuk panggilan kepada Paman. Dimulai dari kata “Apacut, dan di tambahkan dengan “Dit” nama panggilan saya di kampung sejak kecil. Nama ini awalnya di panggil oleh keponakan saya di tempat tinggal di Darussalam. Hingga orang orang sekitar yang mengenal saya ikut ikutan memanggil dengan nama “cut dit”. Tapi mereka kan bukan anak kuman bagi saya.

  • Paknek.
Ini benar benar nama yang aneh. Dan saya sebenarnya agak risih dengan panggilan itu. “sang-sang tuha that lon”. Hahaha. Kawan kawan leting dikampus Teknik lebih akrab dengan nama ini. Yang artinya Kakek. Saya ingat betul siapa yang pertama kali menyematkan nama ini kepada saya hingga sampai sekarang nama itu masih melekat erat dan akrab. Bagi kawan kawan leting tentu tidak ada yang tak mengenal si Tabrani Takdir Lubis. Nah, dialah yang pertama kalinya memanggil nama ini ketika saya duduk paling belakang pada hari pertama masuk kuliah di semester pertama yang saat itu kalau tidak salah mata kuliah Kalkulus Satu dengan Pak Ahmad Syuhada. Si Lubis bilang, saya ini terlalu tua dengan kumis memanjang di leting 2002. hahaha. Han ek takhem. Di leting 2002 Teknik Mesin, setiap orang orang juga ada dipanggil dengan nama yang aneh aneh. Semua ada nama baru ketika dikampus.

  • Salda atau Salud.
Ini nama yang dipangil oleh sahabat sahabat di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Aceh. Entah kenapa mereka memanggil dengan nama itu, sedang itu punya nama adalah Almarhum Ayah saya. Disini ada juga orang orang yang memanggil dengan nama Muhadzdzier, tapi lagi lagi tanpa huruf dauble ‘dz’nya. Agak susah memang pada penyebutan. Ribet malah.

  • Maop.
Nah, kalau yang ini nama sebuah buku catatan harian saya. Hingga nama ini kemudian saya pakaikan di Nama belakang pada jejaring sosial facebook. Lalu kemudian nama ini menjadi akrab hingga ada yang menyebut ini nama yang aneh yang dalam masyarakat Aceh mengenal “maop’ itu sebagai hantu blawu yang tak pernah kita tau wujudnya. Maop hanyalah untuk menakuti anak anak kecil yang terus terusan menangis. Ini yang terjadi sewaktu kami kecil. Hingga sampai sekarang yang pernah tau wujud asli Maop itu seperti apa. Dan memang ini tidak pernah ada. Sama juga seperti nama “geuntet” juga bermakna hantu. Yang menjadi kepercayaan sebagian masyarakat adalah sebagai makhluk halus yang yang menghipnotis orang orang hingga hilang akal dan pikirannya dengan waktu yang berhari hari malahan. Nama ini lumayan akrab dengan saya, di vesbuk juga terkadang ada yang memanggil dengan Bang Maop. Ha ha. Aneh. Kawan kawan tempat saya ngopi juga selalu memanggil dengan nama ini.

Diantara semua nama yang saya sebut diatas, saya tidak pernah merasa marah dengan nama ini. Tidak tersinggung atau menuntut ke pengadilan karena telah mencemarkan nama saya. Ha ha. Berlebihan ya. Inioah nama, lain tempat lain orang akan lain memanggil. Tapi saya yakin tidak semua orang mengetahui nama ke semua nama di atas. Hanya orang orang akrab dan dekat saja.
Begitulah tentang sebuah nama. Punya arti dan makna tentunya. saya juga tidak tau apakah kedepan akan nama panggilan tambahan lagi? Homlah. Tapi bagi saya, tidak pernah merasa risih dengan pangilan nama yang aneh aneh. Silakan kalian panggil apa saja selama itu tidak membuat saya menunduk malu ketika sedang berhadapan dengan orang orang. [Kamar Kost, 1 Oktober 2010]

02 October 2013

10/02/2013 06:07:00 AM

Hadiah Buku Cerpen KOMPAS 2011 dari Guntur Alam

ESSAI SASTRA | Foto buku Kumpulan Cerpen Kompas 2011 ini sengaja aku foto dengan menutupkan pada layar laptop. Tau kenapa? Itu karena aku sedang marah dan mengolok diri sendiri, sudah saatnya menutup halaman facebook dan menggantikannya dengan book (buku), sebagai kritik visual kepada diri sendiri yang asyik lalai dengan sosial media yang kadang kala lupa bahwa waktu membaca ngak ada lagi hingga selalu di habiskan di internet. Lupa menulis, adan asyik update status atau balas komen sana sini.
Oke. Aku cuma mau menulis soal catatan kumal ini sedikit banyak, sebagai sebuah penghargaan atas kiriman hadiah buku dari seorang Cerpenis Nasional, Guntur Alam.  Sebagai langkah awal Saya mengenal nama Guntur Alam karena memabca cerpen cerpennya yang di muat di media cetak nasional, kompas, tempo, suara merdeka dan lain lain. Saya kemudian coba search di kanal pencarain di facebook, berharap ingin jalin hubungan walau sekedar tanya soal proses kreatifnya dalam hal menulis. kita saling berkenal di facebook, hingga merambah ke twitter. Setiap Minggu pagi, saya selalu menunggu update informasi cerpen cerpen siapa saja yang dimuat di koran nasional dari akun facebook Bamby Cahyadi. Tiap Minggu, akun FB Bamby jadi semacam koran cerpen facebook, semua nama nama yang cerpennya di muat di koran seluruh Indonesia akan ada disana. Terimakasih kasih Bang Bamby atas sesuatu yang memukau itu. AKu juga kenal Guntur Alam dari status ini. 

buku Hadiah Kiriman Guntur Alam | foto sendiri

Siapa GUNTUR ALAM?
Guntur Alam pernah jadi Juara 2 Lomba Cipta Cerpen Pemuda Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI 2011. Guntur Alam masih muda, sebagaimana biodata yang saya lihat pada halaman belakang buku Kumpulan Cerpen KOMPAS 2011 di tulis bahwa dia kelahiran Tanah Abang, Muara Enim, Sumatera Selatan, 20 November 1986. Dia lulus di Teknik Sipil Universitas Islam 45 Bekasi. Cerpen cerpennya di muat di Kompas, Jawa Pos, Republika, Suara Merdeka, Suara Pembaruan, Seputar Indonesia, Lmpung Post, Surabaya Post, Radar Surabaya, Jurnal Bogor, Tribun Jabar, Batam Pos, Sijori Pos, berita Pagi, Annida, Femina, Sabili, Ummi, Story, Ummi, Kartini, Cempaka, Nova, Noor dan masih banyak lagi. Untuk membaca cerpen cerpenya kalian bisa buka diwww.negerigunturalam.wordpress.com semua cerpennya yang dimuat di koran sudah di publis di sana. atau mengunjungi akun twitternya di @AlamGuntur. Yakinlah, dia bukan orang yang sombong, aku selalu berdiskusi dengannya dan selalu di jawab dengan ikhlas, tak ada kesan sombong sedikitpun. Maka kenapa ini penting ku tulis catatan untuk dia, karena ini sebagai penghargaan ‘balas dendam’ aku karena betapa bangganya dihadiahkan sebuah buku dari seorang cerpenis nasional. dan kalian tau? kalau di Aceh hari ini, sepertinya cuma aku yang memiliki buku kumpulan cerpen Kompas 2011 ini. Hhahaa.

Guntur Alam juga merupakan satu diantar 15 penulis yang akan hadir pada Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) yang berlangsung di Bali pada 3-7 Oktober 2012 mendatang. Ada 15 penulis muda Indonesia yang lolos mengikuti seleksi yang dilakukan oleh Dewan Kurator UWRF. Para penulis muda tersebut akan diundang serta disponsori untuk menghadiri dan berbicara pada UWRF 2012 diBali nantinya. Dari Aceh juga hadir Bang Ayi Jufridar, Penulis Novel Putro Neng.
Tentu saja ada kebanggan tersendiri bisa kenal dan diskusi lanjut sama orang yang sudah menulis cerpen dan dimuat dikoran koran nasional. Terimakasih yang tak berhingga kepada Bro Guntur Alam. Aku senang bukan kepalang dapat hadiah buku, ngak ada kusangka awalnya dari sebuah candaan minta hadiah buku, lalu kamu benar benar mengirimkan kepada saya, semoga Allah merahmati umur dan memberi kesehatan kepada kita, suatu saat kita akan dipertemuakan. dan berharap banyak, buku ini akan menjadi inspirasi saya untuk tetap berkirim cerpen ke Kompas. []


Salam dari Banda Aceh, 11 Juli 2012
Muhadzdzier M. Salda
@azirmaop

09 September 2013

9/09/2013 08:39:00 AM

POLITIK JUAL BELI


sumber tulisan di : atjehpostCOM Rabu, 4 September 2013


MENGAWALI tulisan ini saya mengutip apa yang disampaikan oleh akun twitter @wiratmadinata98, “Kedai kopi di Banda Aceh, kalau sudah maju dan pemiliknya kaya pasti pelayanannya memburuk. Kalau masih miskin reumeh luar biasa.” Saya kemudian membalas tweet tersebut –via @azirmaop- dengan menyebutkan, “Dalam politik juga demikian, kalau belum terpilih, rumeh (senyum) luar biasa, begitu sudah terpilih, sok mati pun.” Akun @wiratmadinata98 kemudian menyebutkan, kalau politiknya transaksional, memang nggak ada beda dengan dagang, meukat kupie. Menariknya pengacara ternama Todung Mulya Lubis via akun @TodungLubis menuliskan, “Panggung politik adalah panggung sandiwara, tempat transaksi, tempat dagang sapi. Di mana idealisme? Masih adakah?”

28 June 2013

6/28/2013 07:28:00 PM

KNPI; Dari Musda ke Musda

tulisan ini telah dimuat di atjehpost.com
[Muhadzdzier M. Salda; Bergiat di Syndicate Sastra Kedai Kupi, Anggota Jama’ah di Forum Diskusi Serikat Pemuda Gampong (SPG)]

MUSYAWARAH Daerah (Musda) XII Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh pada tanggal 28-30 Juni 2013 dilaksanakan di Banda Aceh. Saya ingin menulis beberapa hal tentang organisasi kepemudaan yang selama ini sering dan jadi mitra bagi pemerintah.

Sebelumnya menarik ketika saya membaca status facebook di akun Risman Rachman pada Selasa, 18 Juni 2013. Risman menulis: “Menurut saya KNPI Aceh di bubarkan saja. Benarkah? Jika posisinya sbg mitra pemerintah Aceh sudah ada KMPA atau OKP lainnya yang selama ini mendukung pemerintah Aceh. Jika posisinya sbg mitra kritis pemerintah maka pamor KNPI bakal kalah kritis dari gerakan mahasiswa dan OKP lain yang berafiliasi dengan partai yang mengambil sikap kritis. KNPI Aceh baru dibutuhkan manakala mampu merumuskan POSISI BARU yang mampu menawarkan gagasan cerdas yang mengatasi gagasan yang ada kini namun mengalami kebuntuan di regulasi.”

KMPA yang dimaksudkan Risman adalah Komite Mahasiswa Pemuda Aceh, tempat bernaung pada mahasiswa dan anak muda yang ‘alumni aktifis’ Aceh di Jakarta dan sekarang telah kembali di Aceh. KMPA menjadi tempat berhimpun para pemuda Aceh yang meu-Aceh. Ini sekilas pandangan saya. Mereka aktif terlibat dan mengusung aspirasi masyarakat yang menolak calon independen pada Pilkada Aceh 2012 lalu. Terlepas pro kontra soal calon independen tersebut, setuju atau tidak pada aksi itu, sebuah kerja-kerja besar oleh KMPA dalam mengorganisir rakyat yang menolak calon independen dalam pemilihan kepala daerah telah dilaksanakan.

Saya sepakat yang Risman tulis di status facebooknya. Selama ini memang kiprah KNPI Aceh kurang terlihat kontribusinya dalam pembangunan untuk kepentingan masyarakat Aceh. Apa prestasi besar yang hebat yang telah dilakukan oleh KNPI Aceh dalam mengakomodir kepentingan rakyat, dalam memberikan solusi-solusi yang konstruktif untuk pembangunan Aceh!?

Selama ini yang terlihat, KNPI jadi mitra pemerintah dalam kebijakan pemuda dan tentu saja mereka menenteng proposal ‘mengemis’ dana dari anggaran pemerintah Aceh, yang notabene adalah milik Rakyat Aceh. Jauh sebelum adanya pemerintahan Aceh sekarang, DPD II KNPI kabupaten kota juga melakukan hal yang sama. Gaung dan kiprahnya baru terlihat hanya ketika ada Musda, pelantikan, buka puasa bersama dan leha-leha seremonial tidak jelas lainnya.

Wadah KNPI Aceh sendiri, terdiri dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) tingkat nasional yang mempunyai pengurusan di tingkat provinsi. Ada sekitar 50 lebih OKP yang bernaung di bawah KNPI Aceh dan merekalah yang mempunyai hak suara untuk memilih calon ketua KNPI dalam setiap Musda. Ditambah lagi dengan utusan DPD KNPI kabupaten kota. Lebih dari 50 OKP itu adalah organisasi yang cuma ada ketua dan sekretaris, sekretariat bisa mereka bawa kemana-mana, karena stempel selalu berada dalam barasi sepeda motor, mobil dan atau dalam tas. Cuma beberapa saja yang aktif dan terus melakukan pengkaderan dan kegiatan-kegiatan, itupun bernasib sama, cuma OKP dari musda ke musda. Dan kiprahnya para pengurus baru terlihat ada ketika ada musda KNPI, dengan gaya memakai baju jas kebanggan OKP masing-masing. Saya yakin, kalau Tan Malaka mengetahui hal ini, betapa sedihnya dia di alam kubur.

Maka kerap kecurangan politik uang dimainkan oleh para tim sukses kandidat dan lobi-lobi politik monyet dalam menyukseskan para kandidat untuk berkuasa dan terpilih menjadi Ketua KNPI Aceh. Deal-deal berapa harga sebuah suara dari OKP untuk memilih calon tertentu akan dimainkan di sini. Apalagi KNPI Aceh selama masih diisi oleh kader partai politik, akan melakukan gerakan pencitraaan yang terus berkepentingan pada agenda partai politik tertentu. Seharusnya, KNPI sebagai wadah para pemuda berlatih, menjadi tokoh pemimpin rakyat yang akan meneruskan cita cita dan ideologi bangsa sesuai pancasila dan UUD 45, yang selalu kita agung-agungkan setiap kali upacara tujuh belasan.

Gaya pengurus orang-orang di KNPI Aceh terdiri dari para cecunguk pemuda-pemudi dengan gaya sepatu mengkilat dan ‘terkesan’ orang cerdas dan terdidik. Pemuda gampong si petani miskin, si pemuda peternak lembu, yakinlah tidak akan kita temukan di KNPI. Pengurus KNPI memang kebanyakan pemuda-pemudi yang mengklaim diri para politisi muda yang jadi kader berbagai partai politik tertentu, atau perwakilan OKP yang tidak berafiliasi dengan parai.

Gaya mentereng naik mobil mewah, sepatu mengkilat, baju kemeja rapi bukan kepalang, atau memakai jas kebesaran KNPI sebagai sebuah kebanggaan, atau dengan foto baliho kerap menyapa pejalan raya dengan senyum yang aduhai mempesona. Mereka ini adalah elit yang memang dekat dengan rakyat. Iya, rakyat kelas menengah ke atas. Bagaimana dengan rakyat miskin? Belum tersentuh dengan program-program untuk pemuda miskin yang meukuwin lam tapeh di kampung pedalaman Aceh. Pemuda gampong tidak kenal dengan KNPI. Jarang sekali kita mendengar ada agenda program kerja KNPI yang menyentuh langsung pada pemuda gampong. Kadang pengurus KNPI adalah para pemuda dengan gaya rambut mohawk (tirus) kelangit, sepatu mengkilat runcing, dan memegang smartphone merk terkenal di tangannya. Gagah bukan main!

Bagaimana Seharusnya?
Kalau program kerja KNPI Aceh yang setiap tahun dilaksanakan cuma buka puasa bersama atau dari Musda ke Musda. Acara dari hotel ke hotel. Kegiatan paling-paling melaksanakan maulid, atau acara seremonial atau seminar belaka, yang hanya dihadiri oleh elit-elit pemuda kota gagah berdasi yang tidak paham bagaimana kehidupan pemuda dan persoalan pemuda ditingkat gampong saat ini. Jadi untuk apa dipertahankan KNPI Aceh kalau cuma jadi benalu bagi anggaran Rakyat Aceh!? Toh juga sudah ada KMPA yang memang notabene sekarang ini sebagai tempat berkumpul para pemuda pemuda yang meu-Aceh, sebagai mitra pemerintah Aceh dalam mendukung kebijakan-kebijakan Zaini-Muzakkir.

Kalau posisi KNPI Aceh tidak mampu menjadi sebagai wadah komite pemuda terdepan dalam menyelesaikan segala persoalan-persoalan pemuda yang ada di Aceh, maka selayaknya kita kaji kembali apa yang sudah ditulis oleh Risman Rachman dalam status facebook seperti yang saya kutip di atas: “KNPI Aceh baru dibutuhkan manakala mampu merumuskan POSISI BARU yang mampu menawarkan gagasan cerdas yang mengatasi gagasan yang ada kini namun mengalami kebuntuan di regulasi.”

Kalau saja KNPI Aceh tidak bisa kritis dalam menyikapi berbagai persoalan rakyat Aceh hari ini, untuk apa KNPI dipertahankan di Aceh!?

Harapan kita pada Musda KNPI Aceh kali ini, akan lahir gagasan konstruktif yang dapat menyelesaikan berbagai persoalan di Aceh, menjadi tempat para pemuda Aceh berkumpul dan terus melakukan kegiatan yang tidak cuma buka puasa bersama, tidak cuma buat maulid atau dari pelantikan ke pelantikan selanjutnya. Selamat ber-Musda, Jayalah pemuda Aceh![]