KITABMAOP

Untuk Mengingat Dan Melawan Kesepian

Post Top Ad

#hastek

ESSAI (70) BERITA MEDIA (47) CATATAN HARIAN (47) GoBlog (12) PUISI (11) CERPEN (8)

03 June 2014

6/03/2014 08:06:00 AM

Yuk Nonton Pementasan Sandiwara LUKA POMA

#KITABMAOP, Banda Aceh - Anda penikmat seni teater atau penasaran dengan aktor-aktor dari teater Rongsokan? Jangan lewatkan pementasan sandiwara "Luka Poma" yang akan digelar pada 8 dan 9 Juni 2014 di Taman Budaya Banda Aceh. Acara itu diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Rongsokan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry.

02 June 2014

6/02/2014 06:53:00 AM

Jokowi Bicara Pentingnya Sastra Bagi Anak Muda

Sambil ngopi disebuah warkop, browsing membuka twitter saya menemukan sebuah share link wawancara Joko Widodo yang diupload ke youtube oleh AlineTV.COM. Saya menulis dalam bentuk terjemahan yang disampaikan oleh Jokowi via wawancara tersebut ke dalam bentuk tulisan. Menurut situs AlineaTV tersebut, video wawancara yang berjudul Jokowi Bicara Sastra itu diupload pada 23 Maret 2014. Tidak ada penjelasan dimana wawancara itu berlangsung.



Saya memandang itu penting statemen seorang Jokowi dalam pandangannya terhadap karya sastra, makanya saya tulisakan statemen Jokowi itu di blog ini dan kenapa penting sastra itu diketahui oleh semua orang khususnya bagi anak muda. Link wawancara Jokowi dapat dilihat DISINI. Berikut ini statemen Jokowi terhadap Pentingnya Sastra Bagi Anak Muda:

"Karya karya sastra. sangat penting sekali. jangan sampai nanti anak anak muda kita, baik sekarang maupun yang akan datang. tidak tergerak, tidak mempunyai keinginan untuk belajar karya-karya sastra lama. karya-karya sastra pujangga angkatan 20. angkatan 45, pujangga angkatan 60-an yang secara sastra penting untuk diketahui oleh anak-anak muda. Kita mempunyai pujangga-pujangga sastra, yang mempunyai karya-karya besar, yang mempunyai gagasan besar mengenai kesusastraan" Joko Widodo. Semoga bermanfaat bagi pecinta dan pegiat sastra di tanah air. []

01 June 2014

6/01/2014 06:13:00 AM

KTP Merah Putih dan Hari Pancasila



Sabtu, 1 Juni 2013 ketika ada banyak orang menulis di media sosial tentang hari lahir pancasila, saya kemudian teringat dengan kondisi Aceh era tahun 2003, dimana Aceh sejak 19 Mei 2003 ditetapkan sebagai daerah Darurat Militer (DM) oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Saat itu Menko Polhukam Susilo Bambang Yudhoyono. Hari-hari selanjutnya rakyat Aceh harus menggantikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang berbeda dengan daerah provinsi lainnya di Indonesia. KTP khas merah putih lengkap dengan pancasila disebelah identitas si pemiliknya.


foto by tengku-muda.com

Untuk mengurus KTP Merah Putih (MP) harus melalui proses yang panjang dan rumit. Penguasa Darurat Militer Daerah (PDMD), yang waktu itu di jabat oleh Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Endang Suwarya. Posisi Gubernur Aceh berada dibawah kendali/komando PDMD tersebut. PDMD ingin membedakan orang-orang di Aceh yang terlibat dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan memberlakukan semua penduduk yang tinggal dan hidup di Aceh harus memiliki KTP Merah Putih. Proses peralihan dari KTP nasional ke KTP Merah Putih akan dilalui dengan antrian panjang dan rumit hanya untuk mendapatkan ‘surat keramat’ tersebut.

Saya masih ingat betul kala itu, untuk mengurus KTP Merah Putih, pertama harus didapatkan surat rekomendasi dari Geuchik (Kepala Desa), lalu surat tersebut dibawa ke kantor Polisi Sektor (Polsek). Untuk mendapatkan tanda tangan dari Kapolsek ada banyak hal dilalui dengan serangkaian ‘interogasi’ panjang, ada yang disuruh hafal sila pancasila, menyanyi lagu Indonesia Raya dan lainnya tentang ke-Indonesiaan. Kadang juga bila calon pemilik KTP merah putih tersebut, merupakan orang yang dicari oleh Pemerintah RI, diduga terlibat dengan jaringan GAM, maka siap siap saja diintrogasi lebih lama dan jauh.

Setelah rekomendasi dari Polsek, baru di bawa ke Koramil untuk mendapatkan pengesahan dari Komadan Rayon Militer (Koramil) setempat, disini juga berlaku kejadian yang hampir sama, ditanya ini itu, dicurigai terlibat GAM, pekerjaan sehari hari dan lain sebagainya. Penduduk yang nama atau wajahnya mirip dengan DPO Polsek dan Koramil, maka akan melalui serangkaian proses yang lebih lama dan lebih rumit, ada yang kemudian ditangkap, karena didugas terlibat membantu perjuangan GAM.

Setelah mendapat tanda tangan dan stempel Koramil, baru lah KTP MP itu dibawa ke kantor camat, disini tidak terlalu rumit, tetapi tetap harus melalui antrian yang begitu panjang, sama juga sewaktu di Kapolsek dan Koramil. Setelah mendapatkan legelitas dari Kapolsek, Koramil, dan Camat, barulah KTP Merah Putih sah digunakan untuk sehari hari.

Memiliki KTP Merah Putih merupakan sebuah surat keramat yang cukup berarti bagi penduduk yang tinggal di Aceh kala itu. Setiap hari ada saja razia/sweeping aparat keamanan, baik di jalan raya atau mereka yang datang ke rumah penduduk. Aparat keamanan setiap harinya melakukan penyisiran tempat-tempat yang dicurigai ‘daerah hitam.’ KTP MP begitu pentingnya, kalau tidak ada KTP MP maka akan dicap sebagai GAM dan pemberontak. Karena GAM sulit mengurus KTP Merah Putih sebab daftar orang orang yang terlibat GAM sudah ada disemua tempat pos-pos aparat keamanan di Aceh. Tetapi ada juga GAM yang bisa mendapatkan KTP MP dengan berbagai cara. Uang saja dipalsukan, apalagi yang ini.


Di KTP Merah Putih tersebut, ukurannya seperempat kertas A4. KTP tersebut berwarna merah putih, disebelah warna merah putih itu dicantumkan pancasila lengkap dengan 5 sila. Sebelahnya baru identitas si pemilik KTP seperti biasa, cuma yang bedanya adalah ada tanda tangan Kapolsek, Koramil, dan Camat. Kalau sebelum Darurat Militer, kan cuma ditanda tangan dan stempel oleh Camat saja.

Hari ini 1 Juni yang diperingati sebagai hari kelahiran pancasila yang lahir pada 1 Juni 1945. Saya kemudian jagi ingat bagaimana kami di Aceh dipaksakan menyebut sila pancasila setiap ada razia dan atau sewaktu bertemu aparat keamanan. Mungkin tiap malam/hari waktu Darurat Militer Aceh, dibariskan di pos jaga desa, disuruh hafal pancasila!


Ingat KTP Merah Putih? Disitu jelas dituliskan sila-sila pancasila, agar orang Aceh paham pancasila, itu bentuk doktrin pemerintah RI terhadap penduduk sipil di daerah Darurat Militer. Ditambah lagi dengan apel setia terhadap NKRI melalui upacara bendera menaikkan Bendera Merah Putih. Aceh benar benar jadi tempat yang menyeramkan dari berbagai aspek kehidupan kala itu.

Saya pernah kena popor senjata M-16 dari BKO TNI dua kali diperut dalam sebuah perjalanan ke Banda Aceh, karena gugul dan lupa urutan sila pancasila waktu razia di jalan raya, saya lupa sila ke-4 pancasila. Padahal jauh hari telah hafal berkali kali, dan juga telah hafal lagu Indonesia Raya. Setiap kena razia, orang-orang yang dicurigai GAM, akan diintrogasi habis habisan, ditanya macam macam, sudah pasti orang orang ketakutan bukan kepalang menghadapi kondisi ini. Darurat Militer dijadikan sebagai kampanye nasionalisme bagi penduduk Aceh, agar mereka tidak lagi mendukung perjuangan GAM.

Aceh jadi daerah yang mencekam, orang diculik dan ditembak dimana-mana, ada satu dua yang diproses dengan pengadilan, dibina, tetapi banyak juga yang dibinasakan. Istilah paling ngetren kala itu: ‘disekolahkan’ (dihabisi).

Ketika 1 Juni hari ini jadi hari lahir pancasila, saya kemudian memaknai pancasila cuma sebagai ideologi negara biasa saja. Ketika banyaknya pejabat, pemerintah, para politisi di RI ini mengagung agungkan pancasila, mereka juga ada yang benyak menghina sila sila dari pancasila tersebut. Penghinaan itu berupa prilaku mereka yang korup, tidak amanah sebagai pemimpin, mengkhianati kepercayaan rakyat, menghina rakyat dengan terus mencuri uang negara tanpa beban moral dan merasa bertanggung jawab. Apakah ini tidak disebut sebagai pengkhianatan terhadap sila sila dari pancasila?

Aceh yang hari ini sudah damai sejak 15 Agustus 2005, dimana KTP merah Putih juga telah beralih ke KTP nasional seperti didaerah lainnya. Dan ini merupakan sebuah proses demokrasi yang begitu panjang, damai yang kemudian harus dibayar dengan begitu banyak korban dari puluhan tahun konflik bersenjata, begitu banyak korban jiwa dan harta benda.

Pancasila sebagai sebuah idiologi negara RI, mestinya jadi pijakan seluruh perangkat pejabat daerah di RI, untuk tidak menghina pancasila sebagai falsafah negara RI. Sederhananya begini, kalau mereka korupsi, kalau mereka mencuri uang rakyat, artinya mereka telah mengkhianati pancasila. Dalam sila ke-5: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Lalu apakah hari ini semua perangkat pemerintah telah berlaku adil bagi seluruh rakyat Indonesia?. Kalau belum, sudah seharusnya para pejabat dan penguasa di setiap daerah disuruh menghafal/memaknai arti dari falsafah pancasila dan diajari bagaimana untuk tidak ‘berkhianat’ terhadap sila-sila pancasila. Agar mereka paham bagaimana seharusnya menjadi pejabat, menjadi pemimpin yang amanah dan sosialisme kerakyatan [Banda Aceh, 1 Juni 2013]


16 May 2014

5/16/2014 05:32:00 AM

Sebuah Kenangan di Kampus

sumber: [Harian Serambi Indonesia, Minggu (23/05/2010)]

Sekejab selepas Samir melintas di pintu gerbang masuk kampus Darusalam ketika dalam sebuah tugas penataran guru sastra se-Aceh, di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samping Kampung, ia masih saja hidup sebagai bujang tanpa menikahi seorang gadis perawan. Aku tau dari status Kartu Tanda Penduduknya tertulis jelas; Belum Kawin. Dua hari disana pikirannya terus saja mengulang kemasa silam sepuluh tahun yang lalu.

14 May 2014

5/14/2014 09:12:00 AM

Oh Perempuan

Lihat, bulan itu tersenyum
Dibalik bayang pucuk dedaunan.
Ia menatap paras wajahmu yang tersenyum manis
Di balik kerudungmu tersimpan pesona
Pada setiap mata yang memandang.
Wajahmu bagai air jernih yang mengalir
Memberi kesejukan hati pada siapa yang membasuhnya
Rupamu adalah cahaya
Penerang jiwa bagi yang melihatnya.
Engkau adalah perempuan yang lembut hatinya
Sungguh beruntung orang yang menjadi kekasihmu
Dan bulan iri melihatmu bersenda dibalik bayangnya
Suaramu yang merdu dan lembut bagai angin mengelus
Pakaian yang menandakan imanmu
Kau menjaganya dari pandang orang yang tak pantas
Bersyukurlah duhai perempuan
Aku iri melihatmu.
5/14/2014 04:54:00 AM

Yuk Ikut Workshop Cerpen Kompas 25 Juni 2014

capture twitter @fajar_arcana | @azirmaop 
Anda penikmat sastra dan tertarik ingin menulis cerpen? Ini ada info bagus bagi Anda suka bergiat dengan dunia cerpen. Sambil duduk ngopi sore, saya sengaja merangkum kultwet dari Fajar Arcana via twitternya @fajar_arcana yang beliau twetkan pada Rabu (14/05/2014).

Ohya, sesuai info di bio twitternya @fajar_arcana, beliau ini adalah Editor Kompas Minggu. Founder Arcana Foundation. Penulis Novel #Gandamayu, antologi #Samsara & Bunga Jepun. Buku sdg proses 5 Monolog Politik. Mau tanya-tanya, langsung saja ke akun twitternya Bli CAN ya. Berikut ini kumpulan kultwetnya:

Sore tweeps, saya akan launch pendaftaran #WorkshopCerpenKompas dan pelaksanaannya nanti. Marik ikuti saya.
  • 3. #WorkshopCerpenKompas akan diselenggarakan tgl 25 Juni 2014 di Gedung Kompas Gramedia Jl Palmerah Selatan 26-28 Jkt.
  • 4. Calon peserta #WorkshopCerpenKompas harus menyertakan CV + contoh cerpen minimal 2 karya maksimal 4 karya saat mendaftar.
  • 7. Para peserta #WorkshopCerpenKompas diharapkan mengirimkan karya terbaik. Peserta punya kesempatan sama lolos seleksi.
  • 9. Peserta #WorkshopCerpenKompas diharapkan membawa laptop sendiri, meski panitia menyiapkan bbrp komputer meja.
Demikian rangkuman kultwet dari Fajar Arcana yang saya bikin dalam bentuk tulisan, agar memudahkan kita dalam membaca sewaktu-waktu. Bagi yang berminat silakan mengirimkan karya cerpennya ke email panitia yang disebutkan di atas. semoga bermanfaat. Baca juga tentang #NgopiCerpenis (di) Kompas 16 Desember 2013 di blognya Guntur Alam. 

Salam Kopi Pancung dari  Aceh.
@azirmaop

12 May 2014

5/12/2014 09:15:00 AM

Cerita Sebelum Mou Helsinki

bandarbukuaceh.blogspot.com
Judul Buku      : Jejak Damai Aceh
Penulis             : Boy Abadz
Penerbit           : Bandar Publising, Aceh
Cetakan           : I, Agustus 2009
Tebal               : 150 Halanman
Ukuran Kertas : 11 cm x 17.5 cm


RESENSI NOVEL | Mengamati sebuah perdamaian Aceh seperti seekor anak burung yang baru saja belajar terbang setelah ia dilepas dari sarang oleh sang induknya. Ketika awalnya si anak burung memulai terbang turun bebas ke alam, ada sebuah keraguan di sana. Ia ragu sambil mengepak-ngepakkan sayapnya yang baru saja tumbuh. Melihat kedunia kehidupan sambil memperhatikan sang induk yang samar-samar mengajaknya terbang. Hal yang pertama kali si anak coba lakukan adalah melompat kesatu dahan ranting pohon ke ranting lainnya, begitu seterusnya hingga ia benar-benar memiliki cengkraman yang kokoh untuk memcengkram setiap ranting yang ia tempati.
5/12/2014 08:48:00 AM

CPNS DAN NIKAH

ilustrasi | ist

MINGGU tanggal duapuluh Februari dua ribu sebelas adalah hari yang bahagia bagi sebagian orang dan hari paling mengecewakan bagi banyak orang di Aceh. Betapa tidak, pada hari itu pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dikeluarkan. Yang lulus dan menjadi abdi negara dengan rasa haru bahagia akan senantiasa bersyukur dengan segala rahmat ilahi rabbi. Sedangkan yang tidak (belum) lulus dengan rasa kecewa mendalam harus menerima keadaan yang sebenarnya terjadi karena tidak diterima.

Lalu berbagai sampah serapah akan dilumatkan pada indikasi dengan banyaknya kolusi yang terjadi pada panitia penerimaan CPNS. Ini wajar saja memang, karena kasus di Pidie Jaya, dua kerabat dekat Wakil Bupati setempat lulus di kabupaten yang baru bermekar itu. Seorang putra Wakil Bupati Pijay lulus dan seorang lagi sebagai keponakan sang Wabup. Maka wajar saja masyarakat menuduh ada ‘permainan’ terhadap kelulusan anak dan keponakannya. Siapa berani jamin itu tidak ada unsur nepotisme?

Ada banyak yang kecewa dan sedikit yang bahagia. Mengingat pertarungan memperebutkan Nomor Induk Pegawai (NIP) memang susah bin sulit. Semua orang akan mengantri untuk bisa mendapatkan status pekerjaan sebagai peugawe nanggroe. Mengingat masa depan yang cerah terjamin seratus persen. Apalagi bagi pria lajang, kalau dia menyandang status PNS, maka cara meruntuhkan hati calon mertua akan sangat jitu. Tidaklah menjadi hal yang aneh di Aceh ketika menjadi kebanggaan calon mertua jika menantunya berstatus pegawai negeri. Ada sebuah kebanggaan tersendiri memang. Ada juga yang bernazar jika diterima akan potong kambing khanduri untuk anak yatim.

Di kampung saya bahkan ada seorang perempuan yang suaminya seorang pegawai dan mengharapkan anaknya yang tak seberapa cantik itu untuk mendapatkan suami yang PNS. “Adak peusuruh bak rumoh sikula pih jeut, asai ka peugawe,” begitu kurang lebih harapannya.

Untuk pemuda lajang yang tidak lulus PNS pada tahun ini akan kap igoe dengan kesedihan mendalam karena hana jadeh meukawen tahun ini. Sedangkan yang lulus tentu bahagia tiada duanya. Ini wajar terjadi memang, karena seorang pemuda lajang di Aceh harus bontang-banting tulang bekerja untuk membeli mahar yang begitu tinggi ketika akan melamar darabaroe. Seorang teman saya ngopi di sebuah warkop di kawasan Darussalam bahkan menyebut; “jodoh pemuda Aceh itu di tangan WH!” dan yang terjadi memang benar demikian. Untung ada ditangkap WH lalu dinikahkan, dan bayar jeulamee pun tak tinggi-tinggi kali lah. Sebab semua dalam kondisi darurat. Ha-ha-ha.

Penerimaan CPNS setiap tahun memang meninggalkan masalah. Kabar radio meuigo yang terdengar untuk yang lulus menyogok, bursa untuk mendapat sebuah NIP untuk tingkat sarjana berkisar antara 80 sampai dengan 100 juta. Sebuah angka yang fantastis, jika dikaitkan dengan gaji yang didapat sebulan rata-rata Rp1,8 juta, maka selama 4-5 tahun baru balik modal. Siapa yang tidak mau? Ada juga yang menjual sawah dan kebun untuk meluluskan anaknya mendapatkan status sebagai CPNS. Huff. Ini negeri orang dikuasai oleh penguasa. Kelulusan orang-orang yang dekat dengan pemerintah memang tidak dapat dipungkiri, sangat lazim terjadi, kita harus memahami kondisi seperti ini, dari zaman Soeharto hingga Esbeye tak berubah.

Untuk para sarjana lajang janganlah pesimis, mencari pekerjaan tak semestinya harus menjadi PNS. Lihatlah di pasar Peunayong, betapa banyak kebutuhan empat sehat lima sempurna yang tak pernah cukup dibutuhkan. Setiap orang membutuhkan bahan pokok. Terserah bagaimana kita mengambil peran sebagai pembeli bahan pokok itu atau menjadi penjual dengan mendapatkan penghasilan melebihi seorang pegawai pemerintah. Pegawai itu kalau tak pintar memanipulasi bon atau korup tak bakalan jadi kaya; menjo hana jiolah hana meujan ek jipeugot rumoh. Homlah! [Kolom Cang Panah, Harian Aceh Februari 2011]

06 May 2014

5/06/2014 09:25:00 AM

Saya, Mak dan Toga

Wisuda Unsyiah, Mei 2010 | Abang, Kakak, Mak dan Saya
Waktu masih sebagai mahasiswa akhir, saya pernah menulis sebuah puisi, tahun 2009. Saat itu dimana masa studi saya di Jurusan Teknik Mesin Unsyiah dalam kondisi kritis terancam droup out (DO). Jelang tengah malam, sekitaran jam 03.00 di Laboratorium Gambar Jurusan Teknik Mesin, saya duduk di sebuah bangku beton diluar gedung. Tengah malam jula tepatnya, sunyi begitu terasa. Suara anjing melonglong di belakang kampus jelas sekali terdengar.  Kawan-kawan saya yang juga bernasib sama sedang asyik main game online, umumnya mereka main game poker, judi-judian tidak jelas,  seorang asyik menonton film di laptop.

05 May 2014

5/05/2014 06:39:00 AM

Belajar Dari Walikota Bandung


tribunews.com

Kota Bandung yang berada di Provinsi Jawa Barat mengalami perkembangan yang cukup pesat sejak kota berjumlah penduduk 2 juta sekian jiwa itu dipimpin oleh seorang dosen arsitektur dari Institute Teknologi Bandung (ITB), M. Ridwan Kamil, ST., MUD. Kang Emil, sapaan akrab warga Kota Bandung ini lebih sering memilih bersepeda ke kantor Walikota, hal yang tidak lazim dilakukan oleh Bupati/Walikota di Republik Indonesia. Sejak 16 September 2013 ia dilantik sebagai Walikota Bandung bersama Wakilnya Oded M. Danial. Pasangan itu meraih 45 persen suara dari total 950 ribu lebih suara sah. Ridwan-Oden yang mengusung tema kampanye "Bandung Juara" itu menjadi Walikota Bandung periode 2013-2018, mereka diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera, Partai Gerindra dan beberapa partai non-parlemen.

Baru enam bulan Ridwan Kamil memimpin, tokoh muda ini cukup banyak terobosan program kreatif yang dilakukan untuk menjadikan Bandung Juara. Beberapa hal unik yang menarik perhatian saya dan ini menjadi catatan bagi para pemimpin daerah lainnya di Indonesia. Sebutlah program setiap hari Senin, siswa-siswa di Bandung mendapatkan pelayanan bus tanpa berbayar dari bus Damri Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Bandung. Program itu disebut Senin Bus Gratis. Lalu setiap hari Selasa, warga Bandung diajak Selasa Tanpa Rokok.
Setiap hari Rabu tiba, seluruh warga Bandung khususnya para perangkat pemerintah (PNS) untuk berbahasa Sunda dan memakai penutup kepala blankon khas orang Sunda. Setiap Kamis, Ridwan tak ketinggalan ide kreatifnya untuk mengajak seluruh warga khususnya siswa Bandung untuk berbahasa Ingris dalam Program Kamis Inggris. Hari Jumat Ridwan membuat gagasan Jumat Bersepeda khususnya bagi PNS di Bandung, untuk menghemat anggaran pemerintah daerah dan mengurangi kemacetan.

Era teknologi informasi yang berkembang cukup pesat ini, Kang Emil mengintruksikan untuk seluruh dinas menggunakan akun microbloging twitter. Tujuannya untuk memudahkan dinas terkait dalam menampung aspirasi warga Bandung. Ridwan Kamil sendiri aktif melakukan tweet setiap hari dan membalas pertanyaan dari warga Bandung via akun twitter resminya @ridwankamil.

Siapa Kang Emil?

Ridwan Kamil (RK) lulusan Master Perencanaan Kota dari Universitas California Barkeley itu selalu punya ide-ide cemerlang nan sederhana. Setiap melakukan rapat dengan dinas-dinas, selalu diawali dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. Sederhana penuh bermakna yang semestinya ditiru oleh perangkat daerah lainnya di Indonesia.

Menariknya sosok Ridwan Kamil ini, program dan ide-ide nyelenahnya bahkan sampai membikin Taman Jomblo bagi warga Bandung, dalam akun twitternya dia pernah bercanda kalau populasi jomblo paling banyak jumlahnya di Kota Bandung. Taman itu dilakukan peresmian dan menjadi perhatian media nasional. Lucu? Tentu saja tidak bagi orang-orang yang kreatif. Baru-baru ini, dia juga membuat aturan bagi hotel dan restoran di Bandung untuk bekerjasama dengan pengamen jalanan dan wajib mengajak mereka tampil di acara-acara resmi kegiatan hotel. Ini cara Ridwan Kamil dalam memberdayakan para seniman jalanan di Bandung.

Gebrakan Walikota Bandung itu patut menjadi contoh bagi kota-kota lainnya di Indonesia untuk amanah dan peduli pada warga kota. Bus-bus sekolah dicat dengan gambar-gambar hewan langka yang edukatif. Setiap Malam Minggu tiba, Ridwan Kamil kerap blusukan ke gang-gang kumuh warga miskin kota bersama mantan pacarnya (istri). Ia tak sungkan untuk makan bersama di rumah warga yang ia temui, berdialog bersama mereka, mengkaji setiap masalah dan mendengarkan keluhan warga untuk pembangunan Bandung yang lebih sejahtera. RK kerap melempar lelucon via twitternya untuk Malam Minggu: Mengapeli Warga Miskin.

Ia menolak menggunakan mobil dinas Camry dan memilih mobil kijang biasa untuk bepergian yang jauh, sedangkan ke kantor Walikota memilih bersepeda.

Sebulan yang lalu, Ridwan Kamil tak habis akal untuk melayani warga Bandung, khususnya bagi anak muda yang akan segera menikah. Dia mengumumkan via media dan akun twitternya kalau Pemkot Bandung menyediakan pendopo gratis bagi yang ingin melaksanakan resepsi pernikahan (pesta). Bagi yang ingin dapatkan fasilitas itu, diharuskan mendaftar terlebih dahulu, yang penting salah satu pengantinnya warga yang tinggal dan mempunyai KTP Kotamadya Bandung. Setiap bulan akan diundi, siapa yang beruntung mendapatkan tempat membuat acara dipendopo secara gratis. Tapi Ridwan Kamil menegaskan, ia hanya menyediakan gedung itu dipakai secara cuma-cuma, tetapi tidak menyediakan calon mempelai. Saya tersenyum ketika membaca isi twitternya yang bagian ini.

Lalu bagaimana dengan para Walikota dan Bupati di Aceh dengan 17 kabupaten dan 5 kota sejak dipimpin oleh para pemenang pemilu di daerahnya masing-masing? Amatan saya belum melihat ada Bupati/Walikota di Aceh yang melakukan sebuah terobosan kreatif yang benar benar menyentuh kepada kepentingan rakyat banyak. Kalaupun ada yang melakukan program Magrib Mengaji, itu sudah jadi terobosan yang cukup baik, walaupun orang yang menyuruh tersebut tidak mengaji setiap magrib.

Di Aceh, program yang menyentuh langsung bagi rakyat miskin kota dan desa belum berjalan maksimal adanya, hanya masih sebatas melanjutkan program pemerintahan “penguasa’ sebelumnya? Kita ingin ada Bupati/Walikota yang bikin program kreatif yang menyentuh langsung pada kepentingan rakyat banyak. Membangun irigasi yang bagus dan sumur bor ketika kawasan persawahan didaerah itu mengalami kekeringan. Tidak perlu muluk-muluk. Tapi ya itu, mereka kerap beralasan tidak ada anggaran dan harus diusulkan tahun depan. Kalau untuk mereka korupsi, itu ada anggaran!?

9 April pemilu legislatif akan di gelar diseluruh Indonesia. Pemilu merupakan sebuah ajang pergantian pemimpin dan atau wakil rakyat. Harusnya bisa dijadikan ajang tarung program yang menyentuh langsung rakyat banyak. Bukan cuma janji semata dan kerap lupa ketika mereka terpilih nantinya.

Kita perlu menyontek dan mengambil inspirasi dari Ridwan Kamil dalam memimpin dan menggerakkan massa rakyat untuk terus merasa memiliki kalau pembangunan itu tidak cuma melulu sebatas pembangunan fisik semata. Pembangunan mental masyarakat dalam menjaga daerah dan kotanya untuk terus maju dan bergerak ke arah yang lebih adil dan sejahtera. Para pemimpin tidak ambisius memperkaya diri dan harus bergaya hidup sederhana, tanpa perlu menampakkan gaya hidup mewah dengan mobil mentereng didepan warga miskin. Selemah lemah iman, ya jadi pemimpin itu tidak mengambil yang bukan hak. Sederhana kan? Selamat memilih! [ Banda Aceh, 19/3/2014 | Muhadzdzier M. Salda]