KITABMAOP

Untuk Mengingat Dan Melawan Kesepian

Post Top Ad

#hastek

ESSAI (68) CATATAN HARIAN (47) BERITA MEDIA (45) GoBlog (11) PUISI (11) CERPEN (8)

29 October 2014

Ini Tentang Menteri Agama Pro Jomblo




Saya menulis catatan ringan ini sebagai apresiasi saya kepada Presiden Jokowi_Jusuf Kalla dan timsesnya mempercayakan Menteri Agama RI kembali kepada Lukman Hakim Saifuddin. Ini Hebat.

Pepatah klasik menyebutkan, buah jatuh tidak jauh dari batang pohonnya. Itulah gambaran yang cocok untuk Lukman Saifuddin. Ayahnya KH. Saifuddin Zuhri pernah jadi menteri agama era presiden Sukarno. Sejak kecil Lukman sudah dibesarkan dalam pendidikan pesantren di Bayumas-Jateng.
via sulteng.kemenag.go.id
Saya angkat jempol atas sosok Menag ini. Sejak kecil Lukman tumbuh dalam didikan kalangan Nahdhatul Ulama. Lukmaan menjadi anggota DPRI sejak tahun 1997, berlanjut ke periode-periode selanjutnya. Periode 2009-2014 Lukman pernah menjadi Wakil MPR. Jelang 3 bulan habis masa SBY, Lukman diangkat menjadi Menteri Agama, menggantikan Surya Dharma Ali [SDA] ketua umum partainya yang mundur pasca KPK menetapkannya sebagai tersangka korupsi.

Satu satunya Menteri era SBY  yang kembali jadi menteri adalah Lukman Hakim Saifuddin.  Pemilu Legislatif 9 April lalu, Lukman terpilih kembali sebagai anggota DPRI dari dapil Jawa Tengah. Jelang pelantikan DPRI 30 September, sosok sederhana ini memilih mundur sebagai anggota DPR terpilih karena masa jabatannya sebagai Menteri Agama hingga 20 oktober 2014 belum habis. Padahal jika memang ingin kekuasaan dan jabatan, Lukman tidak perlu mundur dari Anggota DPR, mending mundur dari Menteri saja.

PPP memang lagi terjadi konflik internal dua kubu, kubu SDA masih dalam koalisi Merah Putih dan kubu Sekjend Romihurmuzzy yang diisukan ingin bergabung dalam koalisi indonesia hebat.

Lukman adalah seorang NU, dia menteri semua agama yang ada di Indonesia. perkiraan saya, Lukman jadi Menag lagi setelah terlihat kerja dan dedikasinya selama jadi Menteri era SBY, besar kemungkinan lain beliau  mendapat dukungan dari NU, khususnya dari KH. Hasyim Muzadi Dan para Kyai NU lainnya.

Saya telah lama menjadi pengikut twitter Menag ini. Saya sering membaca akun @lukmansaifuddin ini.  Pernah sekali iseng mensyen beliau untuk persoalan yang tidak semestinya dijawab secara serius. Twet itu tentang 'program' di kantor-kantor KUA untuk mendukung para lelaki lajang yang kesulitan dapat jodoh. Dan ternyata, twet saya itu dibalas oleh Pak Menag. Senangnya tuh disini.

Waktu era SBY, Pak Lukman pernah ke Aceh tepatnya di Bireuen dalam rangka membuka Porseni Kanwil Kemenag Aceh yang berlangsung Agustus di stadion Cot Gapu.

Menutup tulisan ini saya ingin menyapa para bulliying Jokowi-JK  para cecunguk kader partai anu yang ketika dulu ngotot dan merepet di media sosial bahwa Menteri Agama dihapus dari kabinetnya, ketika dulu bilang bahwa Musdah dan Jalaluddin Rahmat akan jadi Menag, dan saya waktu itu sampai debat panjang dengan seorang sampai doi marah pada saya sudah jelas kan?

Selamat Bekerja dan Berjuang Pak Menag Lukman, doa saya atas semua kerja dan dedikasinya untuk Indonesia. Jalankan sesuai dengan prinsip Mabadi Khaira Ummah, Gus. Wallahulmuafiq! []

2 comments:

  1. Saya sedikit terharu membaca tuit diatas, disitu sdh sangat jelas kalo Pak Mentri ingin me- revolusi para Lajang di Tanah Air, ini sebuah terobosan menarik khususnya buat bg Maop, umumnya kaum Jomblo Indonesia. Kita berharap supaya beliau mengambil langkah transparan dan akuntabilitas supaya jomblo di negeri kita tidak lagi tertindas !! :D

    ReplyDelete
  2. Hahaha kok khususnya buat aku bro, itu pak menteri cuma canda2 doang balas twetternya. kita sebagai kaum jomblo malah ngakak bacanya haha

    ReplyDelete